Dianjurkan Pakai Masker, Seorang Pembeli Malah Memarahi Pemilik Apotek

  • Whatsapp
Chavvah Apotik yang berlokasi di depan Kantor Pengadilan Negeri Tual (kiri), tempat cuci tangan (tengah) dan tanda jarak antrian pembeli (kanan).

Langgur, Malukupost.com – Kejadian ini terjadi di sebuah apotek (toko obat) tepatnya ChavvaH Apotek yang berlokasi di depan Kantor Pengadilan Negeri Tual, Senin sore (18/5/2020).

Kepada media ini di Tual, Ilona O. Rahanra (pemilik apotek) menceritakan kronologis kejadiannya.

“Kejadiannya sore tadi di apotik saya. Ada seorang bapak datang mau beli obat, dan dilayani oleh anak saya. Kebetulan saat itu saya sementara berada di belakang,” ujarnya.

Ilona mengungkapkan, sebelum melayani bapak tersebut, anaknya telah memintanya agar memakai masker baru bisa dilayani.

“Beta pung anak yang mau layani, tapi karena antua (bapak) ini seng (tidak) pakai masker, jadi betang pung anak bilang : Om kalau mau beli obat disini harus pake masker. Tapi bapak itu seperti mau marah beta pung anak sambil berkata : orang besar dimana?,” tuturnya.

Mendengar seperti adanya keributan di ruangan apotek, Ilona langsung menuju ke ruangan tersebut melalui pintu belakang dan mendengar bapak itu dan anaknya berbicara.

“Setelah saya sampai di ruang depan, saya langsung minta maaf kepada bapak itu sambil berkata : maaf pak katong seng (tidak) bisa layani bapak kalau seng pake masker. Anjuran pembeli wajib menggunakan masker di apotik ini sudah berjalan 1 minggu ini,” imbuhnya.

Diungkapkan Ilona, bapak tersebut bukannya bergegas untuk memakai masker tapi malah kembali memarahinya beserta anaknya sambil berkata : nanti corona kena kamong (kalian) e, sambil berlalu.

“Bapak itu balik belakang sambil marah-marah. Terus beta bilang ke bapak itu, terima kasih pak, semoga bapak dan bapak pung keluarga seng kena e,” tukasnya.

Pemberlakuan pembeli wajib pakai masker yang diterapkan oleh pihak ChavvaH Apotek ini patut diapresiasi dan diacungkan jempol, karena telah membantu mensosialisasikan anjuran pemerintah dari pusat sampai ke daerah tentang wajib pakai masker diluar rumah.

“Sebelumnya, kalau yang datang seng pake masker itu beta bagi masker supaya dong pake dolo baru beli obat. Tapi kalau begini terus kapan perilaku ini diubah? Akhirnya 1 minggu lalu katong pasang pengumuman wajib pakai masker di apotek,” tandasnya.

Ilona menyebutkan, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, pihaknya selalu menyediakan sarana cuci tangan dan menerapkan jarak antri di apotik.

“Di awal-awal corona mulai ada di Indonesia katong (kita) sudah sediakan tempat dan air cuci tangan dan pakai tanda jarak antri di apotek. Awalnya saja orang rajin cuci tangan, dulu 50 liter air cuci tangan bisa 2 hari habis. Sekarang, 50 liter 8 hari baru habis. Artinya orang-orang disini pikir di Kei ini zona hijau jadi seng perlu cuci tangan dan pakai masker lagi,” katanya.

Ilona Rahanra yang juga adalah Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Maluku Tenggara (Malra) menghimbau warga di dua daerah ini, agar selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah. Taatilah social distancing dan physical distancing serta rajin mencuci tangan.

Pos terkait