Fotografer Erzhal Umamit Usung Kegelisahan Banda Ke Yogyakarta

  • Whatsapp
Fotografer Erzhal Umamit di Yogyakarta (foto arie)
Fotografer Erzhal Umamit di Yogyakarta (foto arie)

Laporan Rudi Fofid-Ambon

Malukupost.com – Tak selamanya pala menjadi berkah bagi rakyat Banda, Maluku. Buktinya, 400 tahun lalu yakni 8 Mei 1621, sebanyak 44 orang kaya dibantai kolonial di depan Benteng Nassau. Sebelumnya, sebanyak 2.500 rakyat lebih dulu dibantai. Warga yang masih hidup melakukan eksodus. Banda kemudian dibangun menjadi kota kosmopolitan.

Tidak hanya sejarah kelam masa silam. Saat ini, Di balik keindahannya, Banda tetap terpuruk. Hal ini terjadi karena adanya eksploitasi rempah dan eksploitasi alam demi ekonomi pariwisata. Akibat semua itu, hanya segelintir orang diuntungkan sedangkan rakyat Banda hanya jadi penonton.

Masa lalu dan masa kini di Banda tersebut dinarasikan fotografer asal Banda Erzhal Umamit untuk menjelaskan serangkaian foto karyanya. Foto-foto bertema Banda itu akan dipamerkan di Yogyakarta, 6 Oktober mendatang. Erzhal bahkan sudah hadir di Yogyakarta untuk mempersiapkan segala sesuatu.

“Beta punya foto-foto dibikin dalam bentuk digital image,” kata Erzhal yang dihubungi dari Ambon, Jumat (30/9).

Erzhal adalah fotografer kelahiran Ambon, 18 November 1993. Dia lulus SMK Al Wathan Ambon tahun 2010, dan menekuni seni musik dan fotografi. Kesempatan pameran bersama sejumlah fotografer dan perupa di Yogyakarta berkat undangan Yayasan Biennale Yogyakarta. Sejak 1988, sebagai biennale internasional yang berfokus pada seni rupa, Yayasan Biennale Yogyakarta  menyelenggarakan pameran sekali dalam dua tahun. (Malukupost)

Pos terkait