Ambon, Malukupost.com – Harga bawang putih di Piru, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) beberapa hari setelah perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah melonjak menjadi Rp44.000 per kg dari sebelumnya Rp35.000 per kg.
Salah seorang warga Piru, Elisabet, dihubungi dari Ambon, Rabu (20/6), mengemukakan, lonjakan harga bawang putih ini meresahkan para ibu rumah tangga yang memprakirakan pasca perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah kembali turun bervariasi Rp25.000 – Rp30.000 per Kg.
“Khan kebutuhan bawang putih untuk bumbu masak berkurang dibandingkan saat Puasa maupun menjelang perayaan Idul Fitri, tetapi kenyataan harga melonjak,” ujarnya seraya menambahkan pada Juni mencapai Rp48.000 per Kg.
Dia juga menyoroti harga bawang merah yang naik dari Rp45.000 per Kg menjadi Rp46.000 per Kg.
Harga bawang merah pada H – 1 perayaan Idul Fitri itu baru turun menjadi Rp45.000 per Kg dari sebelumnya mencapai Rp65.000 per Kg.
Bawang merah maupun putih yang dijual para pedagang di pasar itu dibeli dari pengelola toko-toko di Piru.
Pengelola toko membeli bawang merah maupun putih di Ambon sehingga membutuhkan ongkos angkutan dan buruh.
“Jadi, harga bawang di pasar itu tergantung pengelola toko menjualnya sehingga sering meresahkan masyarakat,” ujar Elisabet.
Dia meminta Bupati SBB, Muhammad Yasin Payapo agar melakukan pengawasan sehingga lonjakan harga bawang maupun bahan pokok masyarakat lainnya terkendali dan tidak meresahkan masyarakat, terutama saat perayaan hari – hari besar keagamaan.
Menyinggung telur ayam ras, dia menjelaskan, pedagang saat ini menjual Rp55.000 per rak (30 butir) dan Rp2.000 per butir.
Sebelumnya, Rp60.000 per rak dan Rp2.500 per butir. (MP-5)


