Harga Minyak Goreng Di Maluku Masih Sesuai Keekonomian, Disperindag Pastikan Stok Tersedia

Ambon, MalukuPost.com – Saat ini masyarakat Indonesia Indonesia lagi dihebohkan dengan naikanya harga minyak goreng. Kenaikan ini tentu sangat dirasakan untuk masyarakat ekonomi kebawah, terkhususnya pelaku usaha kuliner, yang berdampak naiknya harga makanan.

Bahkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Melkianus Sairdekut telah meminta Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Maluku, untuk mengambil langkah konkrit mengantisipasi hal tersebut.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Yahya Kota, mengungkapkan harga minyak goreng yang dijual baik di gerai modern maupun pasar tradisional masih normal, sesuai harga keekonomian berdasarkan Surat Edaran Menteri Perdagangan nomor 09 tahun 2022.

“Sebelumnya kenaikan harga minyak Goreng, lalu pemerintah mengeluarkan regulasi Permendag 03 dan 06 terkait harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng premium dan kemasan sederhana. Kemudian belakangan keluar lagi Surat Edaran Menteri Perdagangan nomor 09 tahun 2022 terkait relaksasi atau penyesuaian harga keekonomian, yang tadinya HET sekarang tidak ada lagi untuk minyak goreng premium dan kemasan sederhana, tetapi dilepas di pasaran tergantung harga ekonomian. Jadi misalnya pasaran melambung sampai Rp25-27 ribu seperti itu, kita kan mengaju reugasi pemerintah dalam ini Kemendag. Sehingga tidak bisa mengintervensi pelaku usaha yang mengikuti Permendag,” ujarnya saat dikonfirmasi via-seluler di Amnbon, Rabu (22/03/2022).

Yahya menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah jika harga minyak goreng di pasar tradisional maupun gerai modern mengalami kenaikan dua kali lipat dari harga keekonomian.
“Tetapi dari hasil pengawasan dilapangan masih normal. Bilamana harga tinggi mencapai dua kali lipat baru bisa mengambil langkah penertiban, tetapi dari hasil pengawasan sampai saat ini belum ditemukan. Jadi kalau harga Rp25-27 ribu sesuai relaksasi maka masih normal, karena mekanisme pasar seperti begitu. Artinya diperhitungkan harga di produsen ditambah transportasi sampai ke Ambon demikian harganya, bahkan di daerah yang dekat dengan produsen seperti jawa harga mencapai Rp22.500,”ungkapnya”.

Menurut Yahya, mengatasi kenaikan harga minyak goreng premium dan kemasan sederhana, pemerintah pusat telah mengambil langkah dengan mengeluarkan Permendeg nomor 11 tahun 2022 terkait HET minyak curah Rp14.000/liter, dan Rp15.500/kg.

“Hanya saja minyak curah yang merupakan minyak sawit yang diperjual belikan dengan tanpa kemasan dan lebel ini belum ada di Maluku. Untuk itu, kami telah berkoordinasi dengan distributor minyak goreng, jika ada yang menginginkan untuk distribusi minyak curah, Disperindag Maluku siap memfasilitasi,” katanya.

“Kami siap memfasilitasi distributor yang mau mendatangkan minyak curah dari Sumatera Dan Kalimantan ke Maluku. Namun tergantung lagi dari masyarakat selaku konsumen punya pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka atau tidak,”katanya lagi.

Yahya menegaskan, tak hanya soal harga, Disperindag bersama satgas pangan bahkan mengagalkan pengiriman minyak goreng ilegal ke daerah lain. Hal ini dibuktikan dari penyitaan 5000-an liter dari calon penumpang KM Tidar, yang akan dikirim ke Bau-Bau.

“Penyitaan ini merupakan salah satu bukti pengawasan. Jadi di pusat-pusat distribusi maupun di pelabuhan maupun gudang selalu kita pantau. Jika ada yang terlibat maka akan diberikan sanksi,”cetusnya.

Ketersediaan Stok

Yahya juga memastikan minyak Goreng dengan berbagai macam merek di Maluku tersedia dalam jumlah cukup.

“Stok minyak goreng sampai sampai 75 hari kedepan atau dua bulan,”ucapnya.

Yahya menambahkan, pihaknya juga akan terus berusaha agar distribusi minyak goreng dari distributor ke pengejer penyangga misalnya gerai lokal bisa tersalur dengan baik, sehingga tidak terjadi kekosongan dalam waktu yang panjang.

“Kalaupun kekosongan satu dua hari bisa dimaklumi karena itu proses distribusi dari wilayah ke wilayah lain. Yang jelas stok minyak goreng di distributor tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Maluku terutama menghadapi bulan puasa dan perayaan idul fitri,”pungkasnya.

Pos terkait