Widya Harap MAFERA Dapat Lestarikan Tradisi Panggilan Sahur

Ambon, MalukuPost.com – Maluku Festival Ramadhan (MAFERA) 1443 Hijriah / 2022 Masehi, bertemakan “Mempererat Ukhuwah, Membangun Negeri” resmi dibuka oleh Gubernur Maluku Murad Ismail. Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan Rebana, didampingi Wakil Gubernur Barnabas Natanhiel Orno, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Plt. Ka.Kanwil Kemenag Promal. H. Yamin, Minggu (17/04/2022).

Sebanyak 50 peserta yang terdaftar dalam pelaksanaan festival. Jumlah tersebut, dilaporkan akan bertambah. Puluhan peserta diatas diantaranya berasal dari Kota Ambon yakni Negeri Tulehu, Batu merah, Waihaong, Tial, Wakal, Seith. Juga dari Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Penyelenggaraan festival yang akan berlangsung hingga Senin, (24/04/2022) itu, melibatkan 40 UMKM dari berbagai daerah di provinsi Maluku. Mereka akan menjajakan kuliner unggulan dari daerahnya masing-masing.

Ketua DPW Lembaga Seni Qasidah (LASQI) Provinsi Maluku Ny. Hj. Widya Pratiwi Murad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Maluku Murad Ismail beserta jajarannya di lingkup pemerintah daerah dan panitia penyelenggara serta pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan festival.

“Saya berharap, kegiatan MAFERA tahun ini dapat dijadikan momentum dalam menjaga serta melestarikan tradisi lokal Panggilan/Senandung Sahur, yang dilakukan dengan menyanyikan lagu-lagu religi, diselingi pantun yang diiringi alat musik,” katanya.

Dijelaskan Widya, Kegiatan MAPERA tidak hanya diikuti oleh kaum muslimin saja, namun juga diikuti masyarakat dari agama yang lain. Itu menunjukkan adanya peradaban antara umat beragama di Provinsi Maluku sebagai aktualisasi hidup orang basudara.

“Kegiatan ini dapat terselenggara atas kolaborasi antara pemerintah provinsi, Lasqi, Kanwil Agama, TP-PKK, Beta Kreatif, Majelis Taklim Nur Asia, Dekranasda, Yayasan Ulil Amri, HIPMI Maluku, PT. Bank Maluku-Maluku Utara dan media massa,” tuturnya.

Ia berujar, festival ini merupakan hal positif yang perlu disambut baik karena untuk membangun Maluku, perlu adanya bersinergi. Dalam menyemarakan kegiatan, festival diisi dengan kegiatan Tausiah Kreatif Talk show yang melibatkan para milenial serta bazar atau pasar malam, dalam mendorong usaha kuliner masyarakat dan UMKM lainnya untuk terus berkembang.

“Harapan saya, semoga kegiatan ini dapat dijadikan agenda tahunan dalam memberikan kontribusi, guna mempererat persatuan antara orang bersaudara di Maluku,” harapnya.

Pos terkait