Kupang, MalukuPost.com – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Nasional II resmi digelar di kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/10/2022), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94.
Opening ceremony (upacara pembukaan) dipusatkan di Stadion Oepoi Kupang, yang dihadiri oleh 2154 peserta dari 34 provinsi di Indonesia, dan disiarkan langsung oleh sejumlah stasiun televisi.
Melalui virtual, Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Quomas, membuka secara resmi iven akbar umat Katolik se-Indonesia tersebut.
Dalam sambutannya, Menag Yaqut mengungkapkan, Pesprani yang sempat tertunda dua tahun sebagai akibat dari pandemi Covid-19 dapat dilaksanakan di kota Kupang Provinsi NTT.
Menurutnya, Pesparani Katolik adalah sarana pembinaan dan pengembangan masyarakat Katolik Indonesia serta untuk mendorong seni budaya gereja dengan sentuhan lokal.
Melalui tema Membangun Persaudaraan Sejati Untuk Indonesia Maju, ia berharap Pesparani bisa menjadi sarana bagi umat Katolik untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara sebagai pengungkit penguatan nilai-nilai keberagaman dan toleransi melalui pelibatan berbagai umat beragama dalam perhelatan ini.
Selain itu, lewat momen ini pula umat Katolik dapat menunjukkan sportivitas dan kreativitas dalam mengapresiasi seni budaya bangsa Inadonesia yang diinkulturasikan dalam tradisi, kebiasaan dan budaya musik serta nyanyian di dalam lingkungan Gereja Katolik.
Menag Yaqut meyakni bahwa perhelatan Pesparani II ini akan menjadi peristiwa yang menguatkan upaya melestarikan keindonesiaan dalam kebersamaan dengan berkeyakinan lain, serta mewujudkan tekad dan kerja bersama untuk menjaga dan merawat harkat serta martabat manusia.
“Melalui Pesparani, mari kita semua merayakan makna toleransi dan moderasi beragama untuk terus mewujudkan toleransi, kesetaraan dan kerja sama sebagai tiga dimensi yang membentuk kerukunan umat beragama,” katanya.
Oleh karena itu, kerja sama, sinergitas dan kolaborasi dari paraa tokoh agama, masyarakat dan lembaga keagamaan dari semua agama termasuk lembaga Pesparani diharapkan untuk terus menjaga, merawat dan melestarikan keragaman ini.
“Harapan ini harus kita wujudkan, karena salah satu pilar penting tegaknya NKRI adalah agama. Sehingga bila agama runtuh, maka NKRI akan mudah sekali goyang,” tandasnya.
Lebih jauh kata Menag Yaqut, Kementerian Agama juga memfasilitasi semua agama dalam pembinaan dan pengembangan aktivitas keagamannya, antara lain Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bagi umat Muslim, Pesparawi untuk umat Kristen, Utsawa Dharma Gita untuk umat Hindu dan Mahaniti Loka Dhamma untuk umat Budha.
“Saya bangga karena perhelatan Pesparani Nasional II ini menjadi media kolaborasi antar berbagai agama, tokoh agama dan masyarakat, sehingga menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah terus bertingkahnya berbagai kelompok intoleran,” bebernya.
Menag Yaqut menyatakan, partisipasi kontingen Pesparani Katolik Nasional II yang berasal dari 34 Provinsi dan berkumpul bersama di Kupang tentu akan mendorong cara beragama masyarakat menjadi lebih toleran, tanpa kekerasan, menghargai budaya, memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dan memberikan energi positif.
“Disini pula akan tercermin keteguhan umat Katolik dalam imannya serta kecintaan pada bangsa dan negara. Saya berharaap Pemprov NTT bisa memperoleh pertumbuhan ekonomi dari perhelatan Pesparani Katolik Nasional II ini dan merasakan dampak positif yang berkelanjutan,” tandasnya.
Diakhir sambutannya, Menag Yaqut berharap semoga keceriaan dalam berlomba dan kenangan yang indah pada Pesparani Katolik Nasional II menjadi semangat bagi seluruh kontingen dan pendukung untuk terus memajukan seni dan budaya dalam beribadah.
“Jadilah yang terdepan dalam memajukan seni suara dan musik yang berlanggam nusantara, sebarkan informasi agar masyarakat memperoleh informasi lengkap tentang Pesparani supaya iven-iven selanjutnya menjadi semakin baik dan diminati,” pungkasnya.


