Bupati Kaidel Soroti Penurunan Penutur Bahasa Daerah di Kepulauan Aru

Dobo, MalukuPost.com – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menyoroti fenomena penurunan jumlah penutur bahasa daerah di wilayah Kepulauan Aru. Dalam beberapa kesempatan, Bupati Kaidel mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin berkurangnya generasi muda yang menguasai bahasa daerah, yang merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Aru.

“Seiring dengan perkembangan zaman, bahasa daerah kita semakin terpinggirkan. Saat ini, bahasa daerah hanya dapat dituturkan oleh generasi ketiga atau keempat, sementara anak-anak kita sangat sedikit yang mampu berbicara dalam bahasa daerah mereka,” ujar Kaidel.

Bupati Kaidel juga menekankan bahwa penguasaan bahasa daerah bukan hanya sekadar pengetahuan, tetapi juga merupakan kebahagiaan, karena bahasa daerah kini diakui oleh negara sebagai bagian dari pengembangan bakat dan minat dalam manajemen talenta nasional.

“Bahasa daerah kita adalah bagian dari kekayaan budaya bangsa. Namun, jika kita tidak segera mengambil langkah-langkah strategis, bahasa ini bisa hilang begitu saja. Itu sebabnya kita perlu bekerja sama dengan sektor pendidikan untuk memasukkan bahasa daerah ke dalam kurikulum lokal,” tegasnya.

Kaidel berharap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru dapat merancang program yang efektif untuk melestarikan bahasa daerah, salah satunya dengan mengintegrasikannya dalam mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah. “Melalui kurikulum yang tepat, kita dapat memastikan bahwa bahasa daerah kita tetap hidup dan berkembang, serta dipelajari oleh generasi muda di setiap jenjang pendidikan,” tambah Kaidel.

Bupati Kaidel juga mengingatkan bahwa menjaga dan melestarikan bahasa daerah adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kita semua harus terlibat dalam melestarikan warisan budaya kita agar tetap hidup dan berkembang, demi anak cucu kita di masa depan.”

Pos terkait