Ketua TP-PKK Aru Akui Angka Literasi Rendah, Luncurkan Taman Baca “Sitakaka Walike”

Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru, Claudia Imarissa Kaidel

Dobo, MalukuPost.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kepulauan Aru, Claudia Imarissa Kaidel, mengakui angka literasi dan numerasi di itu masih tergolong rendah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kabupaten Kepulauan Aru berada pada urutan keempat terendah untuk literasi dan urutan keenam untuk numerasi di Provinsi Maluku,” ujarnya saat launching Taman Baca Masyarakat (TBM) Sitaka Walike oleh Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Maya Lewerissa, di Sekretariat PKK, Kompleks Perumahan Rakyat, Senin (17/11/2025).

Menurutnya, kondisi geografis Kepulauan Aru yang terdiri atas pulau-pulau menjadi tantangan besar dalam pelayanan publik, termasuk pembinaan keluarga dan pendidikan. Situasi ini juga berkontribusi pada masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan lemahnya pembinaan keluarga di daerah terpencil.

“Fakta-fakta ini menegaskan bahwa PKK harus mengambil langkah strategis sebagai mitra pemerintah daerah,” ujarnya.

Dijelaskan Claudia, PKK Kepulauan Aru bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mendirikan Taman Baca Masyarakat Sitakaka Walike dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga Mutiara).

“Seluruh pengelolaan program ini akan berada di bawah koordinasi PKK Kabupaten Kepulauan Aru,” tandasnya.

Claudia katakan, TBM berfungsi sebagai pusat literasi non-formal yang menyediakan bahan bacaan, pelatihan keterampilan, bimbingan belajar, hingga ruang interaksi sosial bagi masyarakat.

“Tujuannya untuk meningkatkan minat baca, memberikan akses informasi yang lebih merata, serta memperkuat budaya membaca di masyarakat,” ujarnya.

Menurut Claudia, nama TBM Sitakaka Walike diambil dari bahasa Aru yang berarti “kita bersaudara”, sebuah filosofi yang menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara inklusif dan penuh kebersamaan.

“Melalui taman baca ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas SDM Aru yang kita cintai bersama,” katanya.

“Selain TBM, PKK juga menghadirkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai wadah layanan pendidikan, konseling, advokasi, serta penguatan pola pengasuhan anak,” katanya lagi.

Claudia menegaskan, berbagai persoalan keluarga seperti kekerasan dalam rumah tangga, kesehatan mental, hingga masalah ekonomi membuat keberadaan Puspaga menjadi kebutuhan mendesak.

“Kehadiran Puspaga menjadi indikator penting menuju Kabupaten Aru Layak Anak, Para kader PKK, terutama Dasawisma, akan menjadi ujung tombak dalam sosialisasi dan pendampingan masyarakat,” tandasnya.

Claudia menekankan, PKK tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, OPD teknis, dan seluruh elemen masyarakat.

“Mereka adalah kunci keberhasilan program-program ini,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Claudia menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Ny. Maya Lewerissa, yang hadir untuk meresmikan TBM Sitakaka Walike dan Puspaga Mutiara, sekaligus mengunjungi Aru dalam rangka Lomba Desa PKK tingkat Provinsi Maluku yang digelar di Desa Lola pada 18 November 2025.

Pos terkait