Langgur, MalukuPot.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan peran strategis Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) dalam membentuk kader bangsa yang berkualitas, beriman, dan berkontribusi nyata bagi daerah maupun negara.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun pada pembukaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) AMGPM XXXVII di Jemaat GPM Ohoira, Minggu (18/10/2026).
“Saya tidak hanya hadir sebagai Gubernur Maluku, tetapi juga sebagai seorang yang pernah bertumbuh, belajar, dan ditempa dalam lingkungan AMGPM,” ujarnya membuka sambutan.
Lewerissa menekankan AMGPM telah terbukti melahirkan kader-kader yang mengisi posisi tanggung jawab di lingkungan gereja, masyarakat, pemerintahan, hingga berbagai sektor kehidupan di tingkat lokal, daerah, maupun nasional.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh kader AMGPM.
Pertama: di tengah perubahan zaman yang cepat, organisasi pemuda ini diharapkan terus membina generasi muda yang kokoh dalam iman, berpengetahuan luas, terampil, dan berani berinovasi. Organisasi tidak sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang persiapan masa depan.
“Saya ingin melihat kader AMGPM tumbuh menjadi pengusaha muda, pelaku UMKM, petani, nelayan modern, hingga pelaku ekonomi kreatif. Jadilah pemuda yang cepat membaca peluang untuk membuka lapangan kerja bersama,” katanya.
Kedua: AMGPM diminta tetap menjadi agen perdamaian dan merawat persaudaraan sebagai modal utama menjaga keutuhan Maluku. Di sisi lain, organisasi harus hadir mendampingi pemuda dari ancaman penyalahgunaan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, hingga judi online yang dapat menghancurkan masa depan.
“Hadir bukan untuk menghakimi, melainkan merangkul dan mendampingi,” tegasnya.
Ketiga: AMGPM diajak bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Maluku menyukseskan sejumlah agenda strategis, antara lain pengesahan Undang-Undang Kepulauan, pengembangan Blok Masela, Maluku Integrated, penyelesaian Bendungan Wayapo, hilirisasi komoditas unggulan, serta program perumahan swadaya.
Gubernur meminta dukungan gereja dalam mempersiapkan sumber daya manusia pemuda agar tidak menjadi penonton di daerahnya. Keberhasilan pembangunan, katanya, diukur dari manfaat nyata yang dirasakan rakyat, terutama generasi muda.
Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, Lewerissa menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar AMGPM, panitia penyelenggara, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, serta Pemerintah Kota Tual atas terselenggaranya musyawarah ini.
“Satukan iman, pikiran, dan tenaga untuk membangun Maluku yang maju, adil, dan sejahtera. For Maluku pung bae,” ajaknya.
Kepada seluruh kade AMGPM, Lewerissa mengucapkan selamat bermusyawarah, teruslah bekerja, teruslah melayani dan jadilah berkat dimanapun saudara-saudara berada.
“Ingatlah selalu moto kita: kamu adalah garam dan terang dunia,” pungkasnya.
MPP ke-37 AMGPM yang berlangsung di Jemaat GPM Ohoira, akan dilaksanakan sejak tanggal 18 hingga 24 Oktober 2026.


