Wali Kota Tual Minta TPAKD Perkuat Akses Keuangan Demi Dorong Ekonomi Rakyat

MalukuPost.com, Tual – Wali Kota Tual Akmhad Yani Renuat meminta seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk bekerja sungguh-sungguh mengoptimalkan berbagai program inklusi keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Seruan itu disampaikannya dalam Rapat Pleno TPAKD Kota Tual bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi Maluku, yang digelar di Tual, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah mengevaluasi pelaksanaan program kerja TPAKD pada Semester I serta menetapkan rencana kerja Semester II tahun 2026.

Dalam sambutannya, Renuat menyambut baik perhatian dan dukungan OJK Perwakilan Provinsi Maluku bagi penguatan peran TPAKD di daerah tersebut. Ia menegaskan seluruh langkah yang diambil selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

“Kegiatan ini merupakan upaya sinkronisasi program Presiden Prabowo Subianto, khususnya misi ketiga terkait peningkatan lapangan kerja berkualitas, dorongan kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif, serta misi keempat membangun dari desa dan dari bawah untuk pemberantasan kemiskinan,” ujarnya.

Langkah ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Maluku dalam pengentasan kemiskinan serta pemerataan pembangunan, sekaligus menjawab misi keempat program Panca Cinta Maryadat yang memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Kota Tual sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil garam utama di Provinsi Maluku. Penguatan akses keuangan diarahkan untuk mendorong ekonomi masyarakat, antara lain melalui kebijakan subsidi bunga bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

TPAKD Kota Tual dibentuk berdasarkan Keputusan Wali Kota Tual Nomor 94 Tahun 2023. Pada Semester I tahun 2026, sejumlah program kerja telah ditetapkan dalam rapat pleno tanggal 25 Februari lalu, meliputi: Program Satu Rekening Satu Pelajar (Rekening Kejar) dengan target 50 rekening; Perluasan Agen Laku Pandai sebanyak 20 agen baru; Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 20 debitur; Program Bunga Kredit Bank Gratis bagi 20 debitur baru serta dua kegiatan edukasi terkait; Pembentukan Ekosistem Keuangan Inklusif PT. Ohoi Lebetawi beserta kegiatan literasi keuangan; Penambahan 50 pedagang pengguna QRIS baru; Peningkatan literasi dan inklusi keuangan, termasuk satu kegiatan edukasi keuangan syariah.

Renuat berharap seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TPAKD dapat berperan aktif mewujudkan program-program tersebut pada Semester II ini. Evaluasi menyeluruh terhadap capaian tahun 2026 juga akan dilakukan guna menyusun target yang lebih tepat sasaran untuk tahun 2027.

“Kita tidak boleh lagi main-main. Setiap langkah kecil yang kita lakukan berdampak nyata bagi masyarakat. Hal ini menjadi tolok ukur kinerja kita masing-masing,” tegasnya.

Pemkot Tual menyampaikan terima kasih kepada OJK Perwakilan Provinsi Maluku atas kerja sama yang terjalin selama ini, berharap sinergi ini terus mendorong TPAKD lebih proaktif memperluas akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pos terkait