MalukuPost.com, Tual – Wali Kota Tual H. Akhmad Yani Renuat berharap Gedung Protestan Center tidak hanya menjadi pusat kegiatan kerohanian, tetapi juga dilengkapi fasilitas perpustakaan untuk mendukung peningkatan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
Harapan itu disampaikan Renuat dalam sambutannya pada peresmian Gedung Protestan Center di Kota Tual, Selasa (13/10/2026).
Ia menegaskan, pembangunan fasilitas keagamaan harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan kapasitas masyarakat.
Menurutnya, peresmian gedung tersebut bukan sekadar menandai selesainya pembangunan fisik, melainkan menjadi wujud kebersamaan, kerja keras, pengorbanan, dan komitmen berbagai pihak dalam memperkuat pelayanan gereja.
“Semoga kehadiran gedung ini menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, dan seluruh umat beragama di Kota Tual,” ujarnya.
Renuat mengakui pembangunan Gedung Protestan Center bukan pekerjaan mudah karena menghadapi berbagai tantangan. Namun, berkat semangat kasih dan dukungan banyak pihak, pembangunan gedung tersebut dapat diselesaikan untuk menunjang berbagai kegiatan pelayanan dan kerohanian.
Ia berharap gedung itu dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan gereja, pembinaan iman, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan koordinasi dan konsolidasi dalam menjalankan program pelayanan kepada jemaat dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Renuat secara khusus menyoroti pentingnya mengintegrasikan kegiatan kerohanian dengan peningkatan kecerdasan generasi muda.
Ia mengusulkan agar panitia berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tual untuk memanfaatkan ruang yang masih tersedia di gedung tersebut sebagai perpustakaan.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan dapat menjadi fasilitas pendukung bagi pengembangan pengetahuan sekaligus memperkuat manfaat gedung bagi masyarakat.
“Kalau kegiatan rohani yang kita lakukan tidak diperkuat dengan upaya untuk meningkatkan kecerdasan generasi kita, maka itu juga akan menjadi bagian yang sedikit, bahkan hampa. Satu subsistem harus mampu mendukung subsistem yang lain untuk memperkuat sistem yang lebih besar,” kata Renuat.
Ia menilai pembangunan kehidupan spiritual perlu berjalan beriringan dengan pengembangan intelektual. Dengan demikian, pembinaan generasi muda tidak hanya berorientasi pada penguatan iman, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan menghadapi tantangan zaman.
Renuat berharap generasi muda Kota Tual tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, serta memiliki semangat kebangsaan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Lebih lanjut, Renuat menegaskan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan jalan, gedung, sarana pendidikan, dan fasilitas umum lainnya. Pembangunan juga harus menyentuh aspek spiritual, moral, sosial, dan pembentukan karakter masyarakat.
Dalam konteks tersebut, ia menyebut lembaga keagamaan memiliki peran strategis. Gereja, menurutnya, bukan hanya tempat peribadatan, tetapi juga pusat pembinaan moral, pendidikan karakter, penguatan keluarga, serta penanaman nilai kasih, kejujuran, kedisiplinan, toleransi, dan kepedulian sosial.
Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh lembaga keagamaan dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan di Kota Tual.
“Ketika gereja, masjid, dan seluruh lembaga keagamaan menjalankan fungsi pembinaan umat dengan baik, maka kita sedang membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan Kota Tual,” tuturnya.
Renuat mengatakan Pemerintah Kota Tual memandang lembaga keagamaan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, kerja sama antara pemerintah, gereja, dan organisasi keagamaan lainnya perlu terus diperkuat.
Ia juga menggarisbawahi dua dimensi penting dalam peresmian Gedung Protestan Center, yakni dimensi ritual dan humanis. Dimensi ritual berkaitan dengan penguatan iman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sedangkan dimensi humanis menekankan kerja sama, kolaborasi, dan hubungan yang harmonis antarpemeluk agama.
Menurutnya, upaya membangun toleransi tidak boleh terbatas pada satu wilayah, tetapi perlu dikembangkan melalui hubungan lintas daerah.
Renuat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung Protestan Center, baik melalui pemikiran, tenaga, materi, doa, maupun bentuk dukungan lainnya.
Ia berharap gedung tersebut dirawat dengan baik dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pelayanan gereja, memberdayakan generasi muda, membina keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial.
“Gunakanlah fasilitas ini dengan penuh tanggung jawab, peliharalah dengan baik, dan jadikanlah sebagai pusat pelayanan yang produktif bagi pengembangan kehidupan bergereja serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan,” pesannya.
Renuat menambahkan, Pemerintah Kota Tual menyambut baik berbagai kegiatan keagamaan yang membawa pesan perdamaian, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan daerah.
Ia berharap semangat kebersamaan dan kearifan lokal terus menjadi landasan dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan persaudaraan demi mewujudkan Kota Tual yang maju, aman, religius, berbudaya, berdaya saing, dan berkelanjutan.


