Wali Kota Tual Minta ASN Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan

MalukuPost.com, Tual – Wali Kota Tual H. Akhmad Yani Renuat menyiapkan hadiah uang minimal Rp 3 juta bagi warga yang berhasil menemukan dan melaporkan pelaku pembakaran lahan.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan kabut asap di wilayah Kota Tual.

Pernyataan itu disampaikan Renuat saat memimpin Apel Pagi Gabungan di Lapangan Apel Balai Kota Tual, Senin (12/10/2026).

Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melaporkan setiap aktivitas pembakaran.

“Kalau ada orang melakukan pembakaran ini harus dilaporkan. Dan saya akan memberikan hadiah kepada orang yang menemukan pelaku. Ini hadiah berupa uang, paling kurang Rp 3 juta saya kasih hadiah,” kata Renuat dalam arahannya.

Ia menegaskan, pelaku pembakaran harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, pemerintah telah mengeluarkan instruksi untuk mencegah pembakaran yang dapat merusak lingkungan.

Renuat juga menyebut kebijakan tersebut ditindaklanjuti melalui instruksi Wali Kota Tual yang telah diterbitkan.

Renuat mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem pesisir, laut, pantai, dan kawasan daratan. Ia menilai kerusakan lingkungan terus terjadi akibat penebangan pohon dan aktivitas pembakaran di berbagai lokasi.

“Saya berharap dari seluruh kita ini ASN, kitalah yang pertama untuk melakukan perlindungan terhadap ekosistem sumber daya alam yang ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kota Tual memiliki karakteristik sumber daya alam yang berbeda dengan daerah lain yang ditopang sektor pertambangan, minyak, dan gas. Potensi utama Kota Tual berada pada sektor kelautan.

Menurut Renuat, keterbatasan kewenangan pemerintah kabupaten dan kota dalam pengelolaan laut juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, ia meminta seluruh pihak tetap menjaga sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Ia turut menyoroti dampak pencemaran udara dan laut yang kerap membutuhkan respons cepat pemerintah daerah, meskipun kewenangan pengelolaan sumber daya laut terbagi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Menyikapi kondisi kabut asap yang melanda wilayah Kepulauan Kei, Renuat meminta seluruh ASN dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap.

Ia mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan.

“Nah, selanjutnya menyikapi kondisi asap ini, bapak ibu tetap dengan masker yang ada dan tidak boleh berlalu-lalang juga di luar,” tegasnya.

Pemerintah Kota Tual berharap masyarakat ikut berperan aktif mencegah pembakaran lahan serta menjaga kelestarian lingkungan. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan risiko kerusakan ekosistem sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Pos terkait