Ambon, MalukuPost.com – Mahasiswa Universitas Pattimura Ambon sebanyak 15 orang dan Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku sebanyak 10 orang mengakhiri masa pengabdiannya dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama kurang lebih dua bulan di Negeri Soya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, banyak hal yang telah dilakukan ke-25 Mahasiswa tersebut di Negeri Soya untuk mengimplemantasikan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah dalam kehidupan nyata di tengah-tengah masyarakat dalam bentuk KKN.
Raja Negeri Soya, John. L. Rehata menitipkan beberapa pesan penting untuk menjadi bekal kepada para mahasiswa ketika nantinya kembali ke kampus untuk melanjutkan studi maupun ketika nantinya lulus kuliah.

Rehatta katakan, yang kedua tugas utama dari mahasiswa adalah belajar untuk pada saatnya ketika sudah lulus kuliah maka ilmu yang didapat dari berbagai jurusan di fakultasnya masing-masing, bisa digunakan untuk memajukan bangsa dan negara.
“Yang ketiga yakni mahasiswa ketika lulus kuliah, jangan ada pemikiran untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebaliknya harus kreatif, inovatif dan sedianya dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, sehingga dapat juga mempekerjakan orang lain,” ungkapnya.
Raja Soya juga menghimbau agar mahasiswa tetap harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Khusus di Negeri Soya, dan menegaskan mereka tetap akan diterima dengan tangan terbuka, untuk kapanpun mengunjungi negeri itu.
“Saya merasa senang dan bersukacita karena selama kali (mahasiswa KKN) bertugas di Soya, tidak ada masalah apapun. Pembawaan diri kalian sangat baik, sehingga itu menjadi nilai tambah untuk kalian. Tidak ada persungutan atau laporan dari warga,” katanya.
“Jadi saya ucapkan terima kasih, baik untuk mahasiswa dan para dosen pendamping yang telah membantu kita dalam melaksanakan program-program kegiatan di Negeri Soya,” katanya lagi.
Sementara Dosen Pandamping Lapangan, Theophillia Fina. F. Leiwakabessy juga menyampaikan terima kasih yang sama kepada Pemerintah dan warga Negeri Soya yang sudah menerima mereka selama kurang lebih dua bulan dalam menjalankan KKN-nya.
Tak lupa, Leiwakabessy pun menyampaikan permohonan maaf jika selama menjalankan tugas KKN, para mahasiswa melakukan hal-hal yang kurang berkenan atau yang menyinggung hati Pemerintah Negeri dan warga setempat.
“Saya juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dana yang diberikan kepada anak-anak didik kami, karena itu sudah sangat membantu mereka menjalankan program kegiatan di Negeri Soya selama dua bulan ini,” kata Leiwakabessy.
Acara perpisahan mahasiswa KKN Unpatti dan UKIM itu diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Mahasiswa kepada Pemeinitah Negeri Soya dan dilanjutkan dengan foto-foto dan makan bersama.


