
Kegiatan yang dihelat di ohoi (desa) Rerean pada Minggu (11/12) tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun.
Bupati menjelaskan, sebagai wadah berhimpunan, tentunya AMGPM menyadari posisi strategisnya dalam membangun demokrasi serta mendukung akselerasi pembangunan daerah lewat pemikiran-pemikiran segar dan cerdas.
“Cerdas yang dimaksudkan bukan saja cerdas secara intelektual tetapi juga cerdas emosional, cerdas mental spritual dan cerdas sosial,” kata Bupati.
Posisi ini hendaknya dapat dipahami oleh seluruh anggota AMGPM sebagai suatu bentuk tuntutan untuk turut serta dalam proses pembangunan dan membantu karya pelayanan Jemaat.
Disisi lain, lanjut Bupati, AMGPM juga diharapkan dapat mengambil peran dalam membentuk karakter idiologis kader yang mencirikan semangat Kekristenan yang penuh kasih dan persaudaraan sejati.
Menurutnya, bangsa dan daerah ini memerlukan kader yang memiliki integritas dan mampu berjalan dalam kebenaran sehingga Ia menjadi saluran berkat bagi banyak orang.
“Saya atas nama Pemkab Malra menyampaikan terima kasih atas dukungan AMGPM dalam pemerintahan ini dan menaruh harapan besar kepada AMGPM, agar organisasi ini terus menciptakan kader-kader yang siap pakai serta cerdas dan mampu menempatkan diri sebagai agen-agen perubahan di daerah ini ke arah yang lebih baik,” tandas Bupati.
Pelaksanaan MPPD AMGPM ke-XXVI ini, merupakan bentuk konsolidasi internal organisasi guna mewujudkan kapasitas organisasi yang benar-benar ideal.
Tantangan untuk memberdayakan potensi internal maupun tantangan untuk menguatkan kapasitas organisasi dalam melihat gejala-gejala perubahan sosial dalam masyarakat dan mampu mengambil sikap sebagai kader Kristen sejati dan mampu menjadi garam dan terang bagi lingkungannya adalah bentuk ideal yang harus tetap terjaga.
Lebih jauh Bupati menjelaskan, dalam konteks tersebut diatas, sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM, menjawab kondisi objektif yang dihadapi generasi milenial saat ini, yakni Revolusi Industri 4.0 (four point zero), serta ketergantungan dunia pada digitalisasi.
Bupati mengungkapkan, pada tataran lokal, fokus kita ke sektor perikanan dan sektor pariwisata (leading sector pembangunan daerah) yang tentu secara sinergitas didukung oleh sektor-sektor strategis lainnya antara lain pendidikan, perhubungan, ke-PUan, pertanian, sektor jasa dan lain-lain yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Malra.
Pemerintah telah menjawab kebutuhan pembangunan di wilayah pulau Kei Besar dengan menghadirkan pemerataan khususnya listrik yang telah mencapai lebih dari 95% terlayani 24 jam, air bersih yang sudah hampir merata, jaringan Telekomunikasi berbasis 4G yang telah mencapai 82% serta jalan hotmix yang terus dikerjakan sampai pada tahun 2024 yang akan dating.
“Ini semua pemerintah daerah lakukan untuk menjawab keadilan sosial bagi seluruh rakyat Malra,” ujar Bupati.
Untuk itu, melalui kegiatan ini dapat melahirkan pemikiran-pemikiran cerdas dan strategis sebagai rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam menjalankan pemerintahan ini.
Pemerintah daerah tentunya tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan aktif stakeholder termasuk kader AMGPM.
“Anda semua adalah bagian integral untuk menjadikan Malra yang lebih sejahtera lagi. Semoga melalui kegiatan ini, AMGPM daerah Kei Besar semakin menyuburkan, tumbuh dan berkembang sebagai komunitas cinta kasih untuk menjaga ajaran iman dan persaudaraan sejati sebagaimana motto GPM : Aku menamam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan (1 Korintus Bab 3 Ayat 6), sekaligus menjadi Garam dan Terang Dunia,” pungkasnya.


