MalukuPost.com, Tual – Pemerintah Kota (Pemkot) Tual terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah yang kini digelar secara rutin setiap pekan.
Wakil Wali Kota Tual, H. Amir Rumra, mengatakan GPM merupakan bagian dari intervensi pemerintah daerah untuk mencegah dan mengendalikan inflasi di Kota Tual.
“Gerakan pangan murah yang kita lakukan bagian dari intervensi pemerintah daerah dalam rangka untuk bisa mencegah inflasi kita di Kota Tual,” kata Amir saat ditemui di sela kunjungannya pada kegiatan GPM, Senin (28/9/2026).
Amir mengatakan Pemkot Tual berupaya agar kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di pusat kota. GPM juga direncanakan menyasar kecamatan hingga wilayah kepulauan.
“Tiap minggu kita lakukan, bahkan sampai di pulau-pulau,” ujarnya.
Menurut Amir, program tersebut menjadi bentuk kontribusi pemerintah daerah kepada masyarakat, terutama warga yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dia menyebut keterbatasan kondisi keuangan daerah tidak menjadi alasan bagi Pemkot Tual untuk tidak memberikan intervensi.
“Bapak Wali Kota selalu menyampaikan bahwa walaupun kondisi keuangan kita terbatas, minimal kita punya kontribusi dalam rangka bantuan untuk bisa membantu masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Amir juga meminta aparatur sipil negara (ASN) memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berbelanja terlebih dahulu dalam kegiatan pangan murah.
“Kami harapkan bapak-ibu ASN, mungkin masyarakat sudah beli semua dulu, baru bapak-ibu asn beli,” ujarnya.
Selain pangan pokok, Pemkot Tual juga mendapat permintaan masyarakat agar minyak tanah dapat disediakan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah.
Amir mengatakan usulan tersebut akan disampaikan kepada tim pengendalian inflasi untuk ditindaklanjuti.
“Ya, mudah-mudahan juga dimasukkan untuk ke depan ada minyak tanah,” katanya.
Dia berharap ketersediaan minyak tanah dalam kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga.
“Karena ada juga permintaan dari masyarakat. Itu menjadi masukan dan kami sampaikan kepada tim yang mengendalikan inflasi untuk mengambil langkah-langkah dalam rangka untuk bisa meringankan dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.
Pemkot Tual, lanjut Amir, akan terus mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan, agar terus melakukan langkah konkret menjaga stabilitas pangan dan harga di daerah.


