MalukuPot.com, Langgur – Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam pada pembukaan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) Tahun 2026, Senin, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan wahana promosi pariwisata yang harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan pembukaan diawali dengan Karnaval Budaya yang berlangsung meriah di Langgur. Selanjutnya, dilakukan pelepasan balon gas sebagai tanda dimulainya FPMK 2026 yang dipusatkan di Land Mark Kota Langgur.
Dalam sambutannya, Thaher menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara, khususnya para seniman, pengelola sanggar, komunitas, pelajar, dan kelompok masyarakat yang terlibat aktif memeriahkan karnaval.
“Keterlibatan dalam agenda seperti ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral bagi kemajuan daerah. Melalui kegiatan ini, kita sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai ciri hidup masyarakat Kepulauan Kei,” ujarnya.
Ia menekankan FPMK menjadi jendela memperkenalkan keindahan alam dan kekayaan budaya daerah, mulai dari pasir putih Ngurbloat yang telah mendunia, kejernihan laut beserta kekayaan hayati, festival Vankurkurat dan Werwarat, hingga keramahan masyarakat yang kaya kearifan.
“Setiap langkah, karya, dan senyum yang kita tampilkan hari ini adalah bagian dari upaya memperkenalkan wajah terbaik Maluku Tenggara,” katanya.
Selain sebagai sarana promosi pariwisata, karnaval ini juga diharapkan mempererat persatuan dan kesatuan. Menurutnya, kekuatan terbesar masyarakat KEI terletak pada semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan persaudaraan yang menembus sekat-sekat perbedaan.
Terkait kondisi alam yang belakangan kurang baik akibat kabut asap yang mengganggu aktivitas termasuk transportasi, Thaher menyampaikan rasa syukur karena tetap banyak tamu yang berkunjung, termasuk dari luar negeri.
“Kehadiran mereka adalah bukti kecintaan dan daya tarik KEI. Mari kita sambut dengan hangat, layani dengan tulus, agar mereka pulang membawa kesan indah dan kelak kembali bersama keluarga dan sahabat,” ucapnya.
Pemerintah daerah juga menghimbau seluruh warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kesehatan, serta menghindari kegiatan berisiko selama rangkaian acara berlangsung.
Rangkaian FPMK 2026 akan berlangsung hingga puncak peringatan pada 24 Oktober mendatang.
Thaher mengajak masyarakat tidak melewatkan berbagai agenda unggulan yang telah disiapkan, serta menunjukkan kepada para tamu bahwa Maluku Tenggara adalah daerah yang ramah, bersih, aman, dan berbudaya.
“Dengan kebersamaan dan semangat persaudaraan yang menjadi jati diri kita, mari wujudkan FPMK 2026 yang sukses, berkesan, dan membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.


