Ambon Akan Kembangkan Konsep “Water Front City”

Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah Kota Ambon, Maluku, akan mengembangkan konsep Ambon Water Front City yakni menjadikan Ambon sebagai kota pantai.

Pengembangan konsep tersebut merupakan tindak lanjut permintaan Presiden Joko Widodo saat membuka Rakernas APEKSI di Ambon, Kamis (7/5), yakni menampilkan ciri khas atau identitas kota.

“Presiden meminta Ambon untuk berani menata teluk dan sekeling serta pantai. Keindahannya tidak boleh terhalang pembangunan rumah serta kehadiran pedagang kaki lima, karena itu kami berupaya mengembangkan konsep AWFC yang sebelumnya telah dikonsepkan tetapi belum dijalankan,” kata Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy di Ambon, Selasa (12/5).

Menurut dia, Ambon merupakan kota yang berciri khas sebagai kota pantai dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kota lain, karena tidak hanya punya pantai tetapi juga gunung dan teluk yang indah.

“Ambon memiliki teluk dan pantai yang indah, kedepan pembangunan lebih diarahkan sesuai dengan ciri kita yakni kota pantai,” katanya.

Richard mengatakan, pembangunan tahun 2016 akan difokuskan pada pembangunan dan penataan kawasan pemukiman yang menunjukan ciri khas sebagai sebuah kota pantai.

Tahun 2016 lanjutnya pemerintah pusat akan memberikan bantuan melalui dana rutin sebesar Rp100 miliar ke setiap kota di Indonesia.

“Setiap kota akan mendapatkan anggaran Rp100 miliar, tetapi bantuan tersebut tidak diperoleh secara cuma-cuma tetapi harus dengan mengajukan proposal kepada pemerintah pusat disertai syarat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, arahan presiden Jokowi Pemkot harus mengembangkan Teluk Ambon sehingga konsep water front city menjadi pemikiran yang strategis.

“adi pengembangan water front city menjadi jadi pemikiran yang strategis sebagai kota pantai di Maluku. Banyak hal akan kita lakukan untuk mendukung Ambon sebagai kota pantai kedepan,” tandasnya.

Diakuinya, kedepan pembangunan akan lebih diarahkan untuk pengembangan wilayah pesisir teluk Ambon, serta membangun sarana prasarana yang memadai seperti jalan dan jembatan.

“Kendala kita dalam menata Teluk Ambon adalah sampah, kedepannya kawasan teluk akan segera menata pemukiman kumuh di pesisir teluk ambon tanpa kecuali, karena teluk akan menjadi aset kita untuk mengembangkan dunia pariwisata,” kata Richard.

Konsep Ambon water front city sebelumnya digagas Wali Kota Ambon periode 2006 – 2011, Jopie Papilaja, tetapi konsep tersebut belum terlaksana hingga akhir masa jabatan. (ant/MP)

Pos terkait