Buntut Upah 2 Juru Masak Diabaikan Selama 3 Tahun
Lebih kurang Rp 5 juta upah juru masak itu kini dibutuhkan Wutwensa bersaudara untuk membiayai kebutuhan pendidikan lanjutan anak-anak mereka disamping kebutuhan hidup lainnya yang kian mendesak.
“Setiap hari saya selalu ditanyakan usi Min Wutwensa melalui SMS (pesan singkat elektronik), Apakah (saya) sudah cek di PT DBR soal pembayaran honor tukang masak proyek Dermaga Dawelor atau belum?’. Bagi saya, pihak DBR sangat brengsek dan keterlaluan karena mereka menginjak-injak hak masyarakat yang telah membantu para pekerja proyek Dermaga di Dawelor namun tidak peduli dengan nasib dua juru masak tersebut,” kecam Nus yang juga Ketua Mahasiswa dan Pelajar Babar Timur ini kepada Maluku Post di Ambon, Minggu (10/5).
Selain DBR, Nus juga mengecam Satuan Kerja (Satker) Proyek Dermaga Dawelor Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Thomy Sipahelut yang selalu berdalih ketika ditanyakan menyangkut masih tertunggaknya upah dua juru masak proyek Dermaga Dawelor.
“Bagi kami Satker juga keterlaluan. Ketika ditanyakan soal kasus ini, selalu yang bersangkutan berdalih sudah dilunasi, padahal belum. Sepertinya baik pihak PT DBR maupun Satker Dishub Maluku masuk angin dan terkesan saling lempar tanggung jawab,” kecamnya.
Sayangnya ketika dikonfirmasi nomor ponsel Thomas Sipahelut tak diaktifkan. (09)


