Selama 2 Hari Ikut Indonesia Expo di Ambon
Untung puluhan hingga ratusan juta rupiah mereka peroleh dari hasil penjualan batu akik maupun produk unggulan lokal setempat selama sehari. Seperti yang dialami pengusaha batu akik asal Kalimantan, Ahdiansyah, SE.
Saat bincang-bincang dengan awak media di stand Indonesia City Expo di Lapangan Merdeka, Sabtu (9/5), Ahdiansyah mengakui omzet batu akik yang dijajakan dirinya saat pelaksanaan pameran kerajinan batu akik di sela-sela perhelatan Indonesia City Expo 2015 mencapai Rp 20 juta selama 2 hari.
“Kalau di Kota Pontianak (Kalimantan Barat) omzet penjualan batu akik Kalimantan selama 4 hari bisa mencapai Rp 60 juta, tapi kalau di Ambon dalam 2 hari saya untung Rp 20 juta,” ujarnya membandingkan.
Ahdiansyah mengaku telah menekuni bisnis batu akik sejak 1997 silam setelah dia banting setir dari dunia jasa konstruksi (menjadi kontraktor).
“Selain batu akik milik sendiri, yang saya jual itu juga batu akik milik binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pontianak,” sebutnya.
Untuk diketahui, Ahdiansyah merupakan satu dari 65 pengrajin batu akik yang menjadi binaan Disperindag Kalimantan Barat. Dia kini dipercayakan sebagai Ketua Komunitas Batu Permata Pasar Dahlia Pontianak.
Selama pantauan Maluku Post, stand milik Ahdiansyah merupakan salah satu stand yang paling ramai dikunjungi peserta pameran Indonesia City Expo 2015 maupun masyarakat pemburu batu akik dari seluruh penjuru Maluku. Kalangan di luar pengguna batu akik juga banyak yang membanjiri stand Ahdiansyah karena selain batu akik juga ada produk kuliner maupun produk lain berbahan lidah buaya yang tidak terdapat pada stand pameran lain di Indonesia City Expo kali ini.
“Di stand saya ini ada manisan lidah buaya, dodol lidah buaya, coklat lidah buaya, jeli lidah buaya, dan produk lainnya berbahan lidah buaya,” selanya.
Menariknya selain produk jadi, di stand milik Ahdianyah juga tersedia bahan mentah (batu belum diolah) dan bibit lidah buaya. Ahdiansyah mengaku kagum dengan kondisi keramahtamahan masyarakat Ambon serta potensi kerajinan rakyat setempat. (09)


