“Stok beras terjamin, masyarakat tidak perlu resah,” kata Kadis Perindag Maluku Tengah, Kace Pattiasina, dihubungi dari Ambon, Selasa (16/6).
Ia menegaskan persediaan beras untuk menyangga kebutuhan masyarakat di daerah itu baik pada masa musim hujan maupun selama ramadan cukup.
“Dua kali dalam sepekan ada pemantauan, baik di pasar-pasar maupun gudang distributor untuk memastikan stok beras masyarakat pada musim hujan maupun ramadan terjamin,” ujarnya.
Para distributor beras, kata dia, sudah menyatakan kesiapan mereka untuk memasok jenis bahan pokok masyarakat tersebut pada akhir Juni maupun awal Juli 2015.
Produksi beras lokal para petani Kobisonta di dataran Pasahari, Kabupaten Maluku Tengah pun tidak ada masalah.
“Petani Kobisonta berasal dari transmigran asal pulau Jawa sehingga di dataran Pasahari itu dikembangkan sawah sebagai penyangga kebutuhan beras masyarakat lokal,” kata Kace.
Maluku Tengah juga memiliki subsitusi karbohidrat seperti ketela pohon, ubi jalar, talas dan lainnya yang juga dikonsumsi masyarakat sehingga menyangga stok beras.
Disinggung, beras plastik atau sintesis, dia menyatakan pihaknya belum menemukan kasus baik di swalayan, minimarket, maupun pasar tradisional.
“Sejak pemberitaan di televisi soal adanya beras plastik, kami terus melakukan pemantauan,” kata Kace. (ant/MP)


