Ambon, Malukupost.com : Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku sejak bulan Juni 2015 hingga sekarang masih melaksanakan Operasi Pasar (OP) beras dengan harga Rp8.000/kg di beberapa titik penjualan di Kota Ambon.
“Kami masih terus melaksanakan OP Sesuai instruksi Bulog Pusat dan permintaan Gubernur Maluku terkait penetapan harga beras di pasar Ambon,” kata Kabid Penyaluran Divre Bulog Maluku Kadir Kosso di Ambon, Kamis (20/8(.
Menurut dia, kalau saat panen tiba dan permintaan dicabut, maka Bulog Maluku akan menghentikan OP.
Dia menjelaskan, pelaksanaan OP yang sudah berlangsung sejak bulan Juni 2015 itu berpusat di tempat-tempat yang memang sangat membutuhkan, apalagi sekarang ini beras jenis antarpulau sudah banyak yang masuk ke Ambon.
“Jadi ikut mempengaruhi penjualan beras OP Bulog ini, dan itu terlihat dari permintaan yang semakin berkurang dari pihak pedagang,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dalam satu minggu permintaan pedagang yang selama ini melakukan kerja sama dengan Bulog guna melaksanakan OP hanya 3-4 ton saja.
Di samping itu, Bulog Maluku juga melaksanakan OP beras secara “mobile” ke Desa Passo, Desa Tulehu, dan Desa Nania.
“Kalau di pasar Mardika Bulog tidak mobile ke sana lagi sebab sudah ada pedagang yang melakukan kerja sama, jadi kalau sudah berkurang baru mereka mengajukan permintaan,” ujarnya.
Tapi belakangan ini permintaan juga agak berkurang, hal itu juga menggambarkan bahwa harga beras di pasar sudah stabil.
“Sebab biasanya kalau harga beras di pasar tradisional bergejolak naik maka permintaan juga tinggi,” katanya.
Tetapi yang jelas, lanjutnya, permintaan dari para pedagang yang melakukan kerja sama melaksanakan OP Bulog dalam satu minggu ada yang dua ton. (ant/mp)


