Pertumbuhan Ekonomi Maluku Triwulan II 2015 Membaik

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo menyatakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada periode triwulan II-2015 ditandai pencapaian yang cukup baik.

Ambon, Malukupost.com : Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo menyatakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada periode triwulan II-2015 ditandai pencapaian yang cukup baik.

“Di tengah perlambatan ekonomi global maupun nasional, pada triwulan lalu perekonomian Provinsi Maluku mampu tumbuh 5,80 persen (yoy), lebih cepat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yaitu 4,06 persen, maupun pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 4,67 persen,” kata Agus Martowardojo, dalam sambutan tertulis pada HUT RI Ke-70, yang dibacakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Wuryanto, di Ambon, Senin.

Dari sisi permintaan, kata dia, pertumbuhan ekonomi Maluku ditopang oleh kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan investasi.

Sementara itu, dari sisi lapangan usaha, akselerasi pada perekonomian Maluku di triwulan II-2015 disumbangkan oleh tiga kategori utama di daerah itu, yaitu administrasi pemerintah, perdagangan besar, dan eceran serta pertanian.

Menurut Agus Martowardojo, pencapaian yang cukup baik juga terjadi disisi perkembangan harga, ditandai dengan laju inflasi Maluku pada akhir triwulan II-2015 sebesar 8,85 persen (yoy), atau lebih rendah dibandingkan kondisi akhir triwulan sebelumnya yang sebesar 9,07 persen.

“Hal ini terutama didukung oleh meredanya tekanan harga ikan segar pada akhir triwulan. Namun demikian, laju inflasi Maluku masih merupakan yang tertinggi secara nasional, sehingga memerlukan perhatian dan upaya pengendalian yang lebih intensif dari seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Sementara itu, lanjut Agus Martowardojo, perkembangan perbankan di Provinsi Maluku triwulan II-2015 menunjukan tren perlambatan kinerja dibanding triwulan sebelumnya, sebagaimana tercermin dari perlambatan pertumbuhan aset, perlambatan penghimpunan dana, lambannya pertumbuhan kredit, dan berkurangnya loan-to-deposit ratio (LDR).

“Aset perbankan Maluku pada triwulan II-2015 mencapai Rp16,8 triliun, tumbuh 10,15 persen secara tahunan (yoy) atau melambat dibanding triwulan lalu yang mencapai 19,27 persen (yoy),” ujarnya.

Selanjutnya, penghimpunan dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp11,8 triliun, dengan pertumbuhan yang juga terpantau melambat dari 16,76 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 15,85 persen (yoy). Perlambatan terjadi khususnya pada jenis simpanan deposito.

Di sisi lain, lanjut Agus Martowardojo, pertumbuhan kredit di Maluku tercatat mengalami peningkatan, yaitu dari 9,16 persen (yoy) pada triwulan I-2015 menjadi 11,19 persen (yoy) pada triwulan II, dengan nilai Rp9,58 triliun.

Secara sektoral, akselerasi pertumbuhan kredit produktif terjadi pada sektor perdagangan besar dan eceran serta sektor konstruksi. Sementara pada sisi kredit konsumsi, pertumbuhan didorong oleh kredit multiguna.

Namun, secara keseluruhan pertumbuhan kredit di Maluku masih tergolong lamban jika dibandingkan dengan pertumbuhan penghimpunan dana, sehingga tingkat intermediasi perbankan, sebagaimana tercermin dari rasio LDR, turun dari 73,16 persen pada triwulan I-2015 menjadi 72,48 persen pada triwulan lalu.

“Tingkat intermediasi ini masih perlu ditingkatkan hingga mencapai level optimal Bank Indonesia, yaitu 78,92 persen.

Karena itu, kata Agus Martowardojo, pihaknya optimistis perekonomian Maluku mampu menjaga akselerasi pertumbuhan, khususnya didukung oleh perbaikan kinerja sektor pertanian dan realisasi belanja pemerintah, khususnya belanja modal di bidang infrastruktur.

“Hingga akhir tahun kami pun memperkirakan stabilitas harga di Maluku akan semakin terkendali. Dengan kondisi makroekonomi yang membaik tersebut dan pelonggaran kebijakan moneter bank sentral, diharapkan mampu meningkatkan prospek kinerja perbankan Maluku ke depan,” katanya. (ant/mp)

Pos terkait