Operasional Koperasi Ambon Tidak Terpengaruh Pelemahan Rupiah

Ambon, Maluku Post.com – Operasional koperasi di Kota Ambon, Maluku, tidak terpengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM setempat Rulien Purmiasa.

“Pelemahan nilai tukar rupiah tidak memberikan gangguan yang berarti bagi operasional Koperasi Simpan Pinjam (KSP) maupun Unit Simpan Pinjam (USP),” katanya di Ambon, Selasa (22/9).

Menurut dia, operasional koperasi di Ambon berjalan normal, karena tidak ada transaksi yang menggunakan valuta asing sehingga tidak mengalami dampak langsung.

“Saya yakin tidak akan ada dampak yang signifikan, karena kondisi saat ini hampir tidak berdampak signifikan terhadap pelaku koperasi dan UMK di Ambon dan umumnya di Provinsi Maluku,” katanya.

Rulien menyatakan koperasi dengan nilai aset besar juga tidak terpengaruh efek pelemahan nilai tukar rupiah, karena mereka lebih banyak menggarap pasar lokal.

Ia memperkirakan, efek pelemahan rupiah bisa saja dirasakan secara langsung oleh koperasi produksi yang bergerak di bidang tertentu dengan bahan baku yang sebagian besar diimpor.

Untuk Kota Ambon, katanya, tidak ada koperasi yang bergerak di sektor produksi, karena alam Ambon tidak memberikan ruang yang luas untuk koperasi berperan di bidang produksi kecuali perikanan.

“Tidak ada koperasi yang bergerak di sektor produksi barang dan jasa sehingga tidak berhadapan dengan persaingan, karena mayoritas koperasi bergerak di jasa keuangan,” katanya.

Diakuinya, selama ini koperasi di Indonesia mampu bertahan dalam kondisi perekonomian apa pun.

“Hal ini sudah terbukti bahkan di tingkat dunia, koperasi global mampu bersaing dengan perusahaan untuk memainkan peran penting dalam perekonomian dunia,” katanya. (ant/MP)

Pos terkait