Ambon, Maluku Post.com – Pagdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan, program TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) telah dilaksanakan bersama pemerintah dan masyarakat di Provinsi Maluku.
“TMKK dilakukan untuk memelihara kesinambungan kerjasama dan meningkatkan hasil yang telah dicapai dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai basis ketahanan Nasional,” kata Pangdam Doni, di Ambon, Rabu.
Pangdam mengatakannya, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI M.B.Tufik, pada Kunjungan Kepala BKKBN Pusat Surya Chandra Surapaty, bersama rombongan, di Rumah Sakit Tentara (RST) Tk II Prof. dr. J.A. Latumeten Ambon, Rabu (30/9).
Dia mengemjkakan, untuk tercapainya kegiatan TMKK, sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat yang bersinergi dengan TNI, Dinas Kesehatan dan BKKBN serta peranserta pemerintah provinsi (Pemprov) setempat.
“Masalah kependudukan bukan hanya menjadi tanggungjawab BKKBN semata, karena itu pemerintah sudah berinovasi melalui program yang melibatkan TNI. Dalam masa damai sekarang ini TNI tidak mengangkat senjata, melainkan menjadi pelopor dan penggerak dalam pelayanan kesehatan dan KB di tengah masyarakat oleh Bintara Pembina Desa(Babinsa),” katanya.
Menurut Pangdam Doni, kerjasama TNI dengan BKKBN tidak hanya pada seremonialnya saja, melainkan lebih ditekankan pada pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti pada saat TMKK yang ternyata sejumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sudah siap untuk mendapatkan pelayanan KB.
“Ada 84 peserta yang akan menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), terdiri dari Metode Operasi Pria (MOP) 11 orang, Metode Oprasi Wanita (MOW) 21 orang, IMPLANT 46 orang dan IUD 66 orang,” ujarnya.
Selanjutnya, kata Pangdam, Bakti Sosial (Baksos) TNI-KB Kesehatan yang sudah dilaksanakan antara lain, TMMD di Desa Seith, TNI-KB Kesehatan di Desa Namrole, Kabupaten Buru Selatan, TNI-KB Kesehatan di Desa Aboru, Kabupaten Maluku Tengah.
Kemudian kerjasama TNI dengan Indosiar di RTS Ambon, dengan hasil pelayanan sebanyak 4.286 Akseptor yang terdiri dari MOW 127 orang, MOP 8 orang, IUD 36 orang, IMPLAlNT 713 orang, suntik KB 2.429 orang, Pil 973 orang.
Selain kegiatan tersebut, menurut Pangdam, ada juga program PAUD yang terintegrasi dengan program bina keluarga balita yang dikelola oleh ibu-ibu Persit Kartka Chandra Kirana sebanyak lima PAUD.
Para Babinsa juga banyak mendapatkan bimbingan dan pelatihan dari BKKBN terutama Babinsa yang berasal dari wilayah tertinggal dan terpencil perbatasan serta kepulauan yang bertempat di Diklat BKKBN Provinsi Maluku.
“TNI siap membantu pogram kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di masyarakat bersama-sama dengan penyuluh KB dan Kesehatan dengan mendatangi masyarakat agar mau melaksanakan program KB,” kata Pangdam Doni. (ant/MP)


