Ambon, Maluku Post.com – Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menyatakan, spektrum keselamatan pelayanan perlu dilakukan secara baik agar masyarakat merasakan manfaatnya.
“Keselamatan dalam pelayanan perhubungan merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar,” kata Ignasius dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, pada Peringatan Hari Perhubungan Nasional, di Ambon, Kamis (17/9).
Ia meminta penyerapan anggaran pada instansi perhubungan baik di pusat maupun di daerah, perlu dipercepat tanpa melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku.
“Sekiranya pada pelaksanaan kegiatan diperlukan penyelesaian AMDAL dan Rencana Induk, maka kedua dokumen tersebut agar diproses bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan Detail Engineering and Design (DED) yang telah disepakati,” katanya.
Menurut dia, percepatan pelaksanaan anggaran harus dilakukan dengan teliti dan diikuti dengan pengawasan yang ketat, sehingga seluruh proses pelaksanaan anggaran dapat berjalan sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya.
“Evaluasi dan audit juga penting, sebagai bagian integral dari siklus penggunaan anggaran sehingga dapat lebih adaptif dan responsif dalam menyikapi dinamika yang terjadi di lapangan,” ujar Menteri Ignasius.
Ia mengatakan, pada peringatan Hari Perhubungan Nasional 2015, telah dicanangkan “Pekan Pelayanan Publik Perhubungan” yang dimulai pada 14-20 September 2015.
“Diharapkan pelayanan publik sektor perhubungan secara berkelanjutan,” katanya.
Pekan Pelayanan Publik Perhubungan, kata Ignasius, dilaksanakan melalui gerakan peningkatan kebersihan, keramahan dan kenyamanan pelayanan jasa perhubungan di setiap unit kerja baik di pusat maupun di daerah.
Kementerian Perhubungan sebagai regulator, kata Iganasius, bertanggungjawab atas penyelenggaraan pelayanan jasa dan terus berupaya meningkatkan kinerja melalui berbagai langkah reformasi dan transformasi, sehingga akses keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan baik.
“Langkah reformasi dan transformasi yang ditujukan untuk membangun tata kelola perhubungan yang bersih dan efektif. Karena itu, melalui reformasi dan transformasi dapat meningkatkan budaya organisasi yang inovatif dan kreatif serta inisiatif,” ujarnya.
Proses reformasi dan transformasi di lingkungan Kementerian Perhubungan masih membutuhkan waktu yang panjang, dengan tekad dan semangat yang kuat.
“Saya yakin, Kementerian Perhubungan saat ini, sedang menuju pada birokrasi yang lebih baik dan masyarakat dapat merasakan perubahan itu,” kata Ignasius. (ant/MP)


