Ambon, Maluku Post.com – Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil kuartal Provinsi Maluku pada triwulan IV/2015 meningkat 6,85 persen, sedangkan pertumbuhan kumulatif sebesar 20,35 persen dan pertumbuhan tahunan sebesar 19,97 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Diah Utami di Ambon, Selasa (2/2), menjelaskan, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil untuk tingkat nasional pada triwulan IV/2015 kuartal mengalami pertumbuhan sebesar 1,35 persen, pertumbuhan kumulatif sebesar 5,71 persen dan pertumbuhan tahunan sebesar 5,79 persen.
Menurutnya, jika dibandingkan pertumbuhan produksi yang dialami Provinsi Maluku dengan nasional maka pertumbuhan produksi industri mikro dan kecil Provinsi Maluku triwulan IV tahun 2015 lebih tinggi dari pertumbuhan nasional.
“Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III tahun 2015 di Maluku didominasi oleh industri mesin dan perlengkapan YTDL (KBLI 28), industri makanan (KBLI 10) industri karet, barang dari karet dan plastik (KBLI 22) industri pakaian jadi (KBLI 14) industri fornitur (KBLI 31) dan industri minuman (KBLI 11),” ujarnya.
Industri mikro dan kecil (IMK), lanjutnya, merupakan bagian dari sektor industri manufaktur yang mempunyai sumbangan cukup signifikan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan pemerataan pendapatan di Indonesia.
Industri mikro adalah industri yang mempunyai tenaga kerja 1-4 orang, sedangkan industri kecil adalah industri yang mempunyai tenaga kerja 5-19 orang.
Diah menambahkan, mulai dari triwulan II 2010 BPS secara rutin telah merilis data pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan.
Data itu diperoleh dari hasil survei industri mikro dan kecil triwulan, yang dilaksanakan mulai dari 2010 dan terbesar di seluruh provinsi di Indonesia. (MP-8)


