![]() |
| Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae |
Ambon, Maluku Post.com – Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae menyatakan, daerah ini membutuhkan pembangunan energi listrik untuk mendorong percepatan pengelolaan potensi sumber daya alam (SDA) bernilai ekonomis.
“Jujur banyak investor, baik dalam maupun luar negeri yang berminat menanamkan modalnya di Maluku. Namun, setelah mengecek ketersediaan energi listrik ternyata relatif terbatas kapasitas terpasang yang belum merata jaringannya, makanya menangguhkan investasi,” kata ketua DPRD setempat, Edwin Huwae, di Ambon, Sabtu (21/5).
Karena itu, dia mendesak Pemprov Maluku agar bersama – sama berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memberikan pengalokasian pembangunan energi listrik yang sesuai karakteristik wilayah berupa kepulauan.
Kota Ambon sebagai ibu kota provinsi Maluku yang menjadi barometer pembangunannya saja masih mengalami masalah keterbatasan ketersediaan energi listrik dengan mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berusia tua sehingga sering mengalami kerusakan.
Dampaknya, terjadi pemadaman listrik yang meresahkan masyarakat karena dalam tenggat waktu lama dan tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu.
Begitu pula peralatan elektronik pelanggan mengalami kerusakan dan selama ini PT.PLN (Persero) tidak pernah melakukan pergantian.
“Saya mendukung pembangunan maupun pengembangan diversifikasi energi listrik karena strategis dalam mendorong percepatan sektor ekonomi yang pada akhirnya memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” tandas Edwin.
Dia merujuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Desa Waai, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah yang berkapasitas 2×15 mega watt (MW) telah dikerjakan sejak pertengahan 2010.
“Proyek ini diinformasikan telah menghabiskan dana lebih dari Rp800 miliar ternyata saat ini mengalami kemacetan sehingga diambil alih pembangunannya oleh Kementerian BUMN,” ujar Edwin.
Dia juga menginginkan adanya diversifikasi energi listrik di Maluku dengan memanfaatkan potensi air terjun, gelombang, panas bumi dan lainnya.
“Karakteristik Maluku dengan 1.034 buah pulau membutuhkan terobosan diversifikasi energi listrik sesuai tipologi masing – masing kabupaten/kota sehingga pembangunannya tidak membutuhkan anggaran besar,” kata Edwin. (MP-2)


