PDIP Rayakan Hari Pancasila Dengan Kegiatan Sosial

Ambon, Maluku Post.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan merayakan hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni 2016 secara nasional dengan melakukan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat bawah.

“Bagi PDI Perjuangan, hari lahir Pancasila pada 1 Juni bukan sekedar merayakannya, tetapi itu adalah ideologi partai yang harus dijabarkan dan dilaksanakan dengan baik,” kata koordinator perayaan HUT Pancasila PDI Perjuangan Maluku, Lucky Wattimury di Ambon, Selasa (31/5).

Karena dalam berbagai kebijakan politik partai, Indonesia mempunyai idiologi Pancasila yang masuk pada program trisakti dan dijabarkan dalam sembilan kebijakan pemerintah (nawacita) yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Menurut Lucky, dari Nawacita ini lalu dijabarkan lagi dalam kebijakan pembangunan baik nasional, provinsi maupun kabupaten dan kota, sehingga Pancasila bagi PDI Perjuangan adalah roh dan menjadi spirit untuk berproses secara politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Masyarakat sekarang berubah begitu cepat, di mana perkembangan iptek membuat orang sangat cepat berubah dari aspek-aspek kehidupan berbangsa dan bernegara maupun nilai-nilai budaya sebagai alat perekat juga terdegradasi.

Contohnya pengguna telepon genggam bisa mengkomunikasikan apa saja, baik positif maupun negatif.

Banyak gambar pornografi dipasang di media sosial dan itu bertentangan dengan nilai Pancasila serta mendegradasi kehidupan bangsa dan negara maupun aspek budaya sehingga tidak boleh dibiarkan.

“Sehingga merayakan hari jadinya Pancasila bukan sekedar serimonial, tetapi kita mengembalikan nilai-nilai itu sebagai dasar kehidupan bangsa yang oleh partai. Nilai-nilai Pancasila 1 Juni itu mengilhami Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD 1945 dan sekarang diperjuangkan untuk dijabarkan dalam kehidupan bangsa melalui program pembangunan pemerintah,” ujarnya.

Kemudian oleh Presiden Jokowi menetapkan yang namanya trisakti dan dijabarkan dalam sembilan pokok kebijakan nawacita dan diteruskan dalam berbagai program pembangunan, baik bidang ekonomi, sosial budaya, hankam “Peringatan hari jadi Pancasila ini berlaku di seluruh Indonesia dan merupakan kebijakan nasional, sebab di zaman orde baru sulit kita mendengar orang merayakannya sampai zaman reformasi barulah orang berani berbicara,” kata Lucky.

Mantan Ketua MPR Taufik Kiemas (almarhum) menggagas MPR melaksanakan hari lahir Pancasila dan diteruskan pada 2016, di mana mereka akan melaksanakan kegiatan mendengarkan pidato Bung Karno.

Dikatakan, bagaimana kita mau memahami kehidupan berbangsa dan bernegara kalau dasar negara dengan segala perangkat pikirnya yang terurai atau penggalinya oleh Bung Karno tidak dipahami dengan baik.

Pancasila yang merupakan nilai kristalisasi budaya bangsa dan menjadi spirit bernegara serta menjadi roh kehidupan bersama orang Indonesia harus diterjemahkan dalam kehidupan sesehari.

“Perkuat pemahaman kita tentang Pancasila sehingga bisa memfilter mana yang positif digunakan dan menjauhi pengaruh budaya yang sifatnya negatif,” tandas Lucky.

Peringatan hari jadi Pancasila 1 Juni 2016 di Provinsi Maluku akan dilakukan serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat bawah seperti futsal bagi para pria tetapi menggunakan gaun daster, balap karung, kerja bakti di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim, Mangga Dua serta Kristen di Kebun Cengkih, hela rotan (tarik tambang) dan makan patita atau makan bersama.

“Panitia akan memilih waktu yang tepat untuk kegiatan makan patita di saat berbuka puasa dan sasarannya adalah para pembersih jalan atau pasukan kuning dan pengemudi becak,” tegas Lucky. (MP-2)

Pos terkait