Ambon, Maluku Post.com – Gedung Kantor Sekolah Polisi Negara (SPN) di Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Minggu terancam banjir akibat hujan terus mengguyur ibu kota Provinsi Maluku dan sekitarnya sejak 15 Juli 2016.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Minggu (17/7), paras banjir dari Jalan Wolter Mongisidi telah merendam halaman dan mencapai teras kantor SPN. Tinggal beberapa sentimeter lagi masuk ke kantor setempat.
Ancaman serupa juga dialami kantor Polsek Baguala yang lokasinya bertetangga hanya dibatasi jalan seluas empat meter dari kompleks SPN.
Personil SPN dan Polsek Baguala tetap siaga di masing-masing pos serta kantor.
Tidak jauh dari lokasi kantor SPN dan Polsek Baguala sejumlah rumah kebanjiran air dari arah tenggara serta bBarat.
Kondisi terparah terlihat di depan Ambon City Centre (ACC) yang banjirnya meluap memenuhi Jl Wolter Monginsidi sehingga menghambat aktivitas transportasi darat.
Para pengemudi, baik mobil maupun sepeda motor berhati-hati melewati genangan air di depan ACC hingga kantor Statistik Maluku karena tingginya setengah meter.
Akibatnya, warga setempat dikoordinir Ketua RT 03/RW001, Thos Riuwpassa membobol trotoar untuk menyalurkan luapan banjir yang berasal dari permukiman warga Negeri Passo, terutama kawasan Lembah Argo.
Warga lain yang rumahnya terancam banjir terpaksa menimbun karung berisikan pasir di depan pintu.
“Syukurlah tidak sampai warga mengungsi. Hanya, sudah tiga hari banjir menggenangi rumah warga tidak ada perhatian dari Pemkot Ambon,” kata Thos.
Penjabat Raja Passo, Alfred Tanahitumeseng yang intensif memantau banjir maupun tanah longsor dengan bersepeda motor mengkawatirkan talut di kawasan Wayori bobol.
“Bila bobol talut sungai sepanjang lebih dari 30 meter, maka sejumlah rumah warga di kawasan Wayori turut terancam,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengimbau warganya agar siaga mengantisipasi cuaca ekstrem yang terjadi beberapa pekan ke depan.
“Memasuki musim hujan warga yang bermukim di lereng bukit atau yang rawan banjir diminta waspada mengantisipasi tingginya curah hujan yang akan terjadi beberapa waktu mendatang serta menghindar dari titik lokasi rawan bencana ke tempat yang aman,” katanya.
Menurut dia, hujan dengan intensitas tinggi berdampak pada terjadinya tanah longsor dan banjir.
“Jadi sebelum tanah longsor menimpa, masyarakat harus waspada dan jangan lengah terhadap ancaman bencana alam tersebut mengingat intensitas hujan pada beberapa bulan ke depan tinggi dan dalam tenggat waktu lama,” katanya.
Richard meminta warganya agar memperhatikan selokan dan jalur air serta tidak membuang sampah ke sungai maupun lereng gunung.
“Curah hujan di Kota Ambon pada Juli dan Agustus 2016 cukup tinggi. Pengalaman bencana banjir dan longsor pada 2012 maupun 2013 terjadi pada bulan yang sama. Karena itu, warga perlu mengantisipasi bencana,” tegasnya. (MP-5)


