PLN M2U Lakukan Pemadaman Antisipasi Cuaca Ekstrim

Eduard: Manajemen PLN M2U Mohon Maaf Kepada Masyarakat Atas Pemadaman Yang Terjadi

Ambon, Maluku Post.com - Dalam menghadapi hujan yang terus menerus terjadi di wilayah Ambon dan sekitarnya serta mengakibatkan banjir, PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara (PLN M2U) serta PLN Area Ambon mengambil langkah antisipasi untuk mengamankan instalasi dan jaringan listrik, demikian disampaikan Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN M2U, Eduard Peea di Ambon, Sabtu (16/7). Dijelaskan Eduard, seperti yang terjadi pada hari Sabtu (16/7), secara terpaksa PLN harus melakukan pemadaman aliran listrik sementara yang bersifat emergency antisipasi banjir di beberapa wilayah di Kota Ambon dan sekitarnya. Beberapa daerah tersebut antara lain Waihaong, Silale, Amplaz, Jl. Pantai Mardika, Pelabuhan, Perigi lima, Talake dalam, dan sekitarnya. "Kami dari Manajemen PLN M2U serta PLN Area Ambon mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas pemadaman yang telah dilakukan. Seperti yang terlihat saat ini, cuaca di Kota Ambon dan sekitarnya sedang dilanda hujan terus menerus bahkan terjadi banjir dan pohon tumbang di beberapa titik. Hal ini juga dapat berdampak pada instalasi dan jaringan listrik PLN serta instalasi milik warga. Oleh karena itu kami tidak ingin mengambil resiko yang dapat membahayakan masyarakat apabila telah terjadi banjir, mengingat air merupakan salah satu penghantar listrik," ujarnya. Eduard menambahkan, PLN juga melakukan pemadaman yang bersifat preventif di beberapa titik, seperti di sebagian daerah Karpan, Kopertis, Jl. Bukit, sebagian Soya Kecil, Desa Tulehu, Waai, Liang, dan sekitarnya. Hal tersebut juga tidak melepas kemungkinan untuk dilakukan pemadaman emergency antisipasi banjir dan preventif di wilayah lainnya. “Hal ini tentu tidak berlaku hanya di Kota Ambon dan sekitarnya saja, namun di seluruh wilayah kerja PLN apabila di wilayah tersebut mengalami kondisi cuaca yang serupa,” tandasnya. Eduard tegaskan bahwa tentu PLN tidak menginginkan hal ini terjadi, namun mengingat dampak resiko dan bahaya yang ditimbulkan sangat besar apabila tidak dilakukan pemadaman sehingga secara terpaksa pemadaman ini harus dilakukan. "Kami tentu memahami keresahan yang terjadi di masyarakat, dimana sebelumnya juga telah terjadi gangguan mesin pada unit sewa WIKA dan Pusat Listrik Poka yang mengakibatkan defisit daya sehingga secara terpaksa kami harus melakukan pemadaman bergilir. Lalu disusul dengan cuaca hujan yang terus menerus dan banjir yang terjadi di Ambon dan sekitarnya sehingga kami melakukan pemadaman preventif tersebut. Oleh karena itu kami mengharapkan dukungan dari masyarakat agar kami dapat segera mengatasi gangguan tersebut." jelas Eduard. Eduard juga menghimbau agar masyarakat dapat mengamankan instalasi listrik di rumah masing-masing, karena petugas di lapangan saat ini sedang berupaya maksimal untuk mengatasi seluruh gangguan tersebut. Dengan demikian, diharapkan seluruh gangguan dapat teratasi dan jaringan serta instalasi listrik dapat tetap aman pada kondisi cuaca seperti saat ini. (MP-2)

Ambon, Maluku Post.com – Dalam menghadapi hujan yang terus menerus terjadi di wilayah Ambon dan sekitarnya serta mengakibatkan banjir, PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara (PLN M2U) serta PLN Area Ambon mengambil langkah antisipasi untuk mengamankan instalasi dan jaringan listrik, demikian disampaikan Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN M2U, Eduard Peea di Ambon, Sabtu (16/7).

Dijelaskan Eduard, seperti yang terjadi pada hari Sabtu (16/7), secara terpaksa PLN harus melakukan pemadaman aliran listrik sementara yang bersifat emergency antisipasi banjir di beberapa wilayah di Kota Ambon dan sekitarnya. Beberapa daerah tersebut antara lain Waihaong, Silale, Amplaz, Jl. Pantai Mardika, Pelabuhan, Perigi lima, Talake dalam, dan sekitarnya.

“Kami dari Manajemen PLN M2U serta PLN Area Ambon mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas pemadaman yang telah dilakukan. Seperti yang terlihat saat ini, cuaca di Kota Ambon dan sekitarnya sedang dilanda hujan terus menerus bahkan terjadi banjir dan pohon tumbang di beberapa titik. Hal ini juga dapat berdampak pada instalasi dan jaringan listrik PLN serta instalasi milik warga. Oleh karena itu kami tidak ingin mengambil resiko yang dapat membahayakan masyarakat apabila telah terjadi banjir, mengingat air merupakan salah satu penghantar listrik,” ujarnya.

Eduard menambahkan, PLN juga melakukan pemadaman yang bersifat preventif di beberapa titik, seperti di sebagian daerah Karpan, Kopertis, Jl. Bukit, sebagian Soya Kecil, Desa Tulehu, Waai, Liang, dan sekitarnya. Hal tersebut juga tidak melepas kemungkinan untuk dilakukan pemadaman emergency antisipasi banjir dan preventif di wilayah lainnya.

“Hal ini tentu tidak berlaku hanya di Kota Ambon dan sekitarnya saja, namun di seluruh wilayah kerja PLN apabila di wilayah tersebut mengalami kondisi cuaca yang serupa,” tandasnya.

Ambon, Maluku Post.com - Dalam menghadapi hujan yang terus menerus terjadi di wilayah Ambon dan sekitarnya serta mengakibatkan banjir, PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara (PLN M2U) serta PLN Area Ambon mengambil langkah antisipasi untuk mengamankan instalasi dan jaringan listrik, demikian disampaikan Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN M2U, Eduard Peea di Ambon, Sabtu (16/7). Dijelaskan Eduard, seperti yang terjadi pada hari Sabtu (16/7), secara terpaksa PLN harus melakukan pemadaman aliran listrik sementara yang bersifat emergency antisipasi banjir di beberapa wilayah di Kota Ambon dan sekitarnya. Beberapa daerah tersebut antara lain Waihaong, Silale, Amplaz, Jl. Pantai Mardika, Pelabuhan, Perigi lima, Talake dalam, dan sekitarnya. "Kami dari Manajemen PLN M2U serta PLN Area Ambon mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas pemadaman yang telah dilakukan. Seperti yang terlihat saat ini, cuaca di Kota Ambon dan sekitarnya sedang dilanda hujan terus menerus bahkan terjadi banjir dan pohon tumbang di beberapa titik. Hal ini juga dapat berdampak pada instalasi dan jaringan listrik PLN serta instalasi milik warga. Oleh karena itu kami tidak ingin mengambil resiko yang dapat membahayakan masyarakat apabila telah terjadi banjir, mengingat air merupakan salah satu penghantar listrik," ujarnya. Eduard menambahkan, PLN juga melakukan pemadaman yang bersifat preventif di beberapa titik, seperti di sebagian daerah Karpan, Kopertis, Jl. Bukit, sebagian Soya Kecil, Desa Tulehu, Waai, Liang, dan sekitarnya. Hal tersebut juga tidak melepas kemungkinan untuk dilakukan pemadaman emergency antisipasi banjir dan preventif di wilayah lainnya. “Hal ini tentu tidak berlaku hanya di Kota Ambon dan sekitarnya saja, namun di seluruh wilayah kerja PLN apabila di wilayah tersebut mengalami kondisi cuaca yang serupa,” tandasnya. Eduard tegaskan bahwa tentu PLN tidak menginginkan hal ini terjadi, namun mengingat dampak resiko dan bahaya yang ditimbulkan sangat besar apabila tidak dilakukan pemadaman sehingga secara terpaksa pemadaman ini harus dilakukan. "Kami tentu memahami keresahan yang terjadi di masyarakat, dimana sebelumnya juga telah terjadi gangguan mesin pada unit sewa WIKA dan Pusat Listrik Poka yang mengakibatkan defisit daya sehingga secara terpaksa kami harus melakukan pemadaman bergilir. Lalu disusul dengan cuaca hujan yang terus menerus dan banjir yang terjadi di Ambon dan sekitarnya sehingga kami melakukan pemadaman preventif tersebut. Oleh karena itu kami mengharapkan dukungan dari masyarakat agar kami dapat segera mengatasi gangguan tersebut." jelas Eduard. Eduard juga menghimbau agar masyarakat dapat mengamankan instalasi listrik di rumah masing-masing, karena petugas di lapangan saat ini sedang berupaya maksimal untuk mengatasi seluruh gangguan tersebut. Dengan demikian, diharapkan seluruh gangguan dapat teratasi dan jaringan serta instalasi listrik dapat tetap aman pada kondisi cuaca seperti saat ini. (MP-2)
Jadwal Pemadaman Listrik untuk Kota Ambon dan sekitarnya

Eduard tegaskan bahwa tentu PLN tidak menginginkan hal ini terjadi, namun mengingat dampak resiko dan bahaya yang ditimbulkan sangat besar apabila tidak dilakukan pemadaman sehingga secara terpaksa pemadaman ini harus dilakukan.

“Kami tentu memahami keresahan yang terjadi di masyarakat, dimana sebelumnya juga telah terjadi gangguan mesin pada unit sewa WIKA dan Pusat Listrik Poka yang mengakibatkan defisit daya sehingga secara terpaksa kami harus melakukan pemadaman bergilir. Lalu disusul dengan cuaca hujan yang terus menerus dan banjir yang terjadi di Ambon dan sekitarnya sehingga kami melakukan pemadaman preventif tersebut. Oleh karena itu kami mengharapkan dukungan dari masyarakat agar kami dapat segera mengatasi gangguan tersebut.” jelas Eduard.

Eduard juga menghimbau agar masyarakat dapat mengamankan instalasi listrik di rumah masing-masing, karena petugas di lapangan saat ini sedang berupaya maksimal untuk mengatasi seluruh gangguan tersebut. Dengan demikian, diharapkan seluruh gangguan dapat teratasi dan jaringan serta instalasi listrik dapat tetap aman pada kondisi cuaca seperti saat ini. (MP-2)

Pos terkait