TNI-Polri Perketat Pengamanan Takbiran Di Ambon

Ambon, Maluku Post.com - Ratusan personel TNI dan Polri memperketat pengamanan perayaan pawai malam takbiran untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah di Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku, Selasa (5/7) malam. Berdasarkan pantauan, ratusan personel polisi dari Polda Maluku dan Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dibantu TNI melakukan penjagaan ekstra ketat di sejumlah ruas jalan di pusat ibu kota Provinsi Maluku tersebut, agar pelaksanaan malam takbiran umat Muslim untuk merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa tersebut dapat berjalan lancar dan aman. Personel TNI dan Polri juga melakukan penyekatan pada beberapa ruas jalan untuk membatasi ruang gerak warga yang akan merayakan malam takbiran dengan konvoi kendaraan bermotor. Sejumlah ruas jalan yang disekat, diantaranya, Mardika-Batu Merah, Perempatan Pos Kota, Perempatan Tugu Trikora, serta pertigaan Batu Gantung-Air Salobar dan Talake. Pada ruas jalan Mardika-Batu Merah, misalnya ditutup aparat keamanan sejak pukul 19.00 WIT. Para pengguna kendaraan bermotor yang akan melewati ruas jalan tersebut diperiksa kelengkapan kendaraannya. Sebagian besar pengguna kendaraan bermotor yang akan melewati ruas jalan tersebut menuju pusat kota, dialihkan dengan melewati kawasan Pantai Mardika. Penyekatan tersebut menyebabkan hanya segelintir warga yang umumnya generasi muda melakukan pawai takbiran dengan konvoi kendaraan bermotor pada ruas jalan tertentu, diantaranya Jalan Jenderal Sudirman, Galunggung, Tantui serta ruas jalan di kawasan Waihaong dan Silale. Jumlah warga yang mengikuti pawai takbiran dengan kendaraan bermotor juga relatif sangat sedikit dibanding perayaan yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Kapolres Pulau Ambon PP Lease, AKBP Harold W Huwae, mengatakan, seluruh personel dikerahkan untuk mengamankan malam takbiran di Ambon. Menurutnya, berdasarkan rapat koordinasi pengamanan yang dihadiri seluruh Kapolsek, pimpinan TNI, tokoh masyarakat dan tokoh agama pada Sabtu (2/7) disepakati malam takbiran akan dipusatkan di masing-masing masjid. "Tidak ada takbir keliling dan hanya dilaksanakan di masjid-masjid setempat. Tetapi kami tetap melakukan langkah-langkah antisipasi adanya konvoi mengingat euforia warga Muslim pasti akan terjadi seperti hal tahun-tahun sebelumnya," katanya. Karena itu, pihaknya juga melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan dengan dilengkapi satuan pemukul untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan hal-hal tidak diinginkan. "Semua pihak sepakat tidak ada pawai malam takbiran di Ambon. Karena itu dilakukan penyekatan pada ruas jalan tertentu sehingga ruang gerak menjadi sempit," katanya. Dia mengakui, situasi dan kondisi keamanan di Ambon dan sekitarnya relatif aman. (MP-5)

Ambon, Maluku Post.com – Ratusan personel TNI dan Polri memperketat pengamanan perayaan pawai malam takbiran untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah di Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku, Selasa (5/7) malam.

Berdasarkan pantauan, ratusan personel polisi dari Polda Maluku dan Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dibantu TNI melakukan penjagaan ekstra ketat di sejumlah ruas jalan di pusat ibu kota Provinsi Maluku tersebut, agar pelaksanaan malam takbiran umat Muslim untuk merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa tersebut dapat berjalan lancar dan aman.

Personel TNI dan Polri juga melakukan penyekatan pada beberapa ruas jalan untuk membatasi ruang gerak warga yang akan merayakan malam takbiran dengan konvoi kendaraan bermotor.

Sejumlah ruas jalan yang disekat, diantaranya, Mardika-Batu Merah, Perempatan Pos Kota, Perempatan Tugu Trikora, serta pertigaan Batu Gantung-Air Salobar dan Talake.

Pada ruas jalan Mardika-Batu Merah, misalnya ditutup aparat keamanan sejak pukul 19.00 WIT. Para pengguna kendaraan bermotor yang akan melewati ruas jalan tersebut diperiksa kelengkapan kendaraannya.

Sebagian besar pengguna kendaraan bermotor yang akan melewati ruas jalan tersebut menuju pusat kota, dialihkan dengan melewati kawasan Pantai Mardika.

Penyekatan tersebut menyebabkan hanya segelintir warga yang umumnya generasi muda melakukan pawai takbiran dengan konvoi kendaraan bermotor pada ruas jalan tertentu, diantaranya Jalan Jenderal Sudirman, Galunggung, Tantui serta ruas jalan di kawasan Waihaong dan Silale.

Jumlah warga yang mengikuti pawai takbiran dengan kendaraan bermotor juga relatif sangat sedikit dibanding perayaan yang sama di tahun-tahun sebelumnya.

Kapolres Pulau Ambon PP Lease, AKBP Harold W Huwae, mengatakan, seluruh personel dikerahkan untuk mengamankan malam takbiran di Ambon.

Menurutnya, berdasarkan rapat koordinasi pengamanan yang dihadiri seluruh Kapolsek, pimpinan TNI, tokoh masyarakat dan tokoh agama pada Sabtu (2/7) disepakati malam takbiran akan dipusatkan di masing-masing masjid.

“Tidak ada takbir keliling dan hanya dilaksanakan di masjid-masjid setempat. Tetapi kami tetap melakukan langkah-langkah antisipasi adanya konvoi mengingat euforia warga Muslim pasti akan terjadi seperti hal tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Karena itu, pihaknya juga melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan dengan dilengkapi satuan pemukul untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan hal-hal tidak diinginkan.

“Semua pihak sepakat tidak ada pawai malam takbiran di Ambon. Karena itu dilakukan penyekatan pada ruas jalan tertentu sehingga ruang gerak menjadi sempit,” katanya.

Dia mengakui, situasi dan kondisi keamanan di Ambon dan sekitarnya relatif aman. (MP-5)

Pos terkait