Renur: “Semua Elemen Pemuda di Malra dan Kota Tual Harus Menciptakan Rasa Persatuan dan Kesatuan”
Langgur, Malukupost.com – Dalam rangka menanamkan pentingnya wawasan kebangsaan bagi generasi muda, maka DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menggelar Dialog Pemuda di Langgur (Sabtu 27/8) kemarin.
Kegiatan dialog yang mengusung tema Arti Pentingnya Wawasan Kebangsaan Bagi Pemuda Pemudi Kabupaten Malra dan Kota Tual ini, menghadirkan para pembicara dari unsur TNI, Polri dan elemen pemuda.
Dandim 1503 Malra, Letkol Airhhanud Hilarius Karnedy (unsur TNI), mengatakan bahwa dengan kegiatan ini diharapkan ada perubahan pada pemuda/pemudi di daerah ini.
“Mereka sudah ada keinginan untuk kedepan menjadikan daerah ini lebih baik” kata Karnedy.
Menurut Karnedy, pemuda adalah pelopor dan agen perubahan bagi masyarakat yang lain, sehingga dirinya mengharapkan pemuda-pemudi inilah yang mengadakan perubahan yang ada di wilayah Maluku Tenggara untuk menjadi lebih baik.
“Saya ingin tegaskan agar rasa nasionalisme harus tetap dipupuk dan ditingkatkan dalam arus globalisasi ini, karena mau tidak mau kita harus memperkuat rasa nasionalisme kita untuk menjadi negara yang besar,” tegas Karnedy.
Karnedy juga berharap para pemuda ini lebih kreatif, inovatif lebih tinggi, jangan hanya banyak teori tapi harus berani praktek dan berani berkarya.
Sementara itu, Kasat Intel Polrers Malra, Iptu Fahrul Ramdani, S.IK (unsur Polri), mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan KNPI Malra sangat bagus dan bermanfaat, karena semua aspirasi dari pemuda-pemudi di Malra dan Kota Tual bisa tersalurkan.
“Dengan kegiatan ini juga bisa mengubah wawasan tentang bagaimana kita bisa menghargai jasa para pahlawan kita, dengan menumbuh kembangkan rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan,” kata Ramdani.
Di tempat terpisah, Ketua DPD KNPI Kabupaten Malra, Usman Renur, mengatakan dalam momen 17 Agustus, pihaknya berinisiatif untuk melakukan kegiatan dialog yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan.
“Kami generasi muda teristimewa di Malra dan Kota Tual menyadari penuh bahwa wawasan kebangsaan saat ini sudah mulai luntur, karena perkembangan modernisasi dan globalisasi yang tentu saja tidak bisa dihindari. Untuk itu dengan kegiatan dialog ini ditanamkan nilai-nilai kebangsaan, semoga nantinya pada pergaulan kita di tengah masyarakat khusus para pemuda di dua daerah ini, bisa sama-sama menciptakan rasa persatuan dan kesatuan, yang mana sesuai dengan aspek kearifan loal kita yakni vuut ain ngifun, manut ain mehe ni tilur”, jelasnya.
Lebih lanjut Renur mengungkapkan, bahwa para pemuda di daerah ini diharapkan agar lebih banyak membangun kegiatan selain kegiatan dialog ini, agar lebih meningkatkan semangat nasionalisme kebangsaan yang tinggi, ungkapnya.
“Dengan demikian, maka pemuda-pemudi di dua daerah ini semakin kuat dalam satu bingkai demi menciptakan dan mewujudkan kemajuan bagi daerah ini,” pungkasnya. (MP-15)



