Langgur, Malukupost.com – Kegiatan sanitasi Pelayanan Kesehatan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) dikoordinasikan melalui Kementerian Kesehatan dibawah tanggung jawab Sub Direktorat PLP. Kegiatan pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), bertujuan untuk mendorong masyarakat yang difasilitasi oleh petugas kesehatan untuk perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat terkait sanitasi melalui pendekatan STBM.
Dala siaran pers humas kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kepada media ini, di Langgur, Jumat (11/8) menyebutkan Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, Ir. Petrus Beruatwarin, dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan Pemicuan STBM tingkat desa PKGBM untuk menurunkan stunting Tahun 2017, yang berlangsung di Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Langgur, mengatakan, kegiatan pelatihan ini strategi untuk merubah perilaku masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan strategi dalam merubah perilaku masyarakat dari yang tidak/kurang sehat menjadi perilaku yang sehat, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sehingga diharapkan perubahan perilaku dapat terwujud,” katanya.
Menurut Beruatwarin, perubahan perilaku tidak segampang membalik telapak tangan, tetapi semua pihak harus optimis bahwa perubahan masyarakat Maluku Tenggara untuk menuju masyarakat yang sehat akan terwujud dengan didukung kader terlatih STBM.
“Promotor kesehatan (kader STBM) akan dibantu bidan desa, petugas/kader posyandu dan kader lainnya bersama petugas pembina dan pengawas dari sanitasi puskesmas serta kepala ohoi akan menjadi bagian dari Tim pemicu ohoi,” ungkapnya.
Sekda Beruatwarin katakan, Tim Pemicuan STBM Puskesmas terdiri empat orang yang berasal dari staf Kantor Kecamatan (1 orang) dan puskesmas 3 orang (sanitarian, tenaga pengelola gizi dan tenaga promosi kesehatan).
“Tim ini akan dibentuk dan ditetapkan di forum rapat kerja teknis perencanaan sanitasi di tingkat Kabupaten,” tandasnya.
Sekda Beruatwarin menambahkan, pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendukung dengan sepenuhnya kegiatan pemicuan di ohoi masing-masing, untuk perubahan perilaku.
“Untuk itu, saya harapan penuh kepada para peserta untuk dapat memfasilitasi perubahan perilaku masyarakat, sehingga masyarakat bisa hidup bersih, sehat, menuju masyarakat Maluku Tenggara yang sejahtera,” pungkasnya. (MP-15)


