Ambon, Malukupost.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Maluku Tengah mencatat harga beras jenis premium di Masohi, ibu kota kabupaten setempat saat ini dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita pada 1 September 2017.
“Tim yang intensif melaksanakan pemantauan di pasar mencatat harga beras premium saat ini dijual pedagang dengan harga bervariasi Rp14.000 – Rp14.500/Kg,” kata Kepala Disperindag Maluku Tengah, Kace Pattiasina, dihubungi dari Ambon, Jumat (1/6).
Padahal, Menteri Enggartiasto menetapkan harga beras jenis premium untuk Maluku Rp13.600/Kg dan beras medium Rp10.250/Kg.
Dia mengemukakan, berdasarkan koordinasi dengan distributor bahan pokok masyarakat di Masohi ternyata naiknya harga beras jenis premium ini karena dipengaruhi ongkos transportasi, bongkar muat dan buruh.
“Beras tiba di pelabuhan Yos Sudarso Ambon harganya stabil. Namun, bongkar muat, buruh, transportasi ke pelabuhan Tulehu maupun Liang, pulau Ambon, selanjutnya di Masohi itu yang mengakibatkan harga mengalami kenaikan,” ujar Kace.
Para distributor sudah menyampaikan keluhan tersebut kepada staf dari Bank Indonesia perwakilan Maluku dari Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) di Masohi pada pekan lalu.
Harga bahan pokok masyarakat yang dipasok dari Makassar maupun Surabaya ke pelabuhan Yos Sudarso Ambon sebenarnya stabil. Namun, ongkos bongkar muat, transportasi dan buruh ke Masohi, relatif mahal sehingga mempengaruhi harga bahan pokok masyaraka.
Kendati tidak dirinci ongkos bongkar muat, transportasi dan buruh, tetapi berdampak terhadap harga jual bahan pokok masyarakat di pasar.
“Para distributor menyampaikan sebenarnya harga beras, gula pasir dan telur yang dijual para pedagang di pasar Masohi relatif lebih murah bila tidak mengeluarkan anggaran tambahan untuk bongkar muat, transportasi dan buruh,” kata Kace.
Harga telur ayam ras saat ini dijual pedagang di pasar dengan harga bervariasi Rp2.000 – Rp2.500 per butir dan gula pasir bervariasi Rp1.400 – Rp1.500 per Kg.
Dia menyatakan, para distributor mengusulkan agar Pemkab Maluku Tengah berkoordinasi dengan Pemprov Maluku untuk meminta jalur tol laut itu menyinggahi Masohi sehingga harga bahan pokok masyarakat relatif lebih murah.
“Bahan pokok masyarakat dipasok langsung ke Masohi memperpendek rentang kendali transportasi maupun biayanya serta ongkos buruh sehingga harga bahan pokok masyarakat terkendali dan relatif murah sehingga tidak meresahkan masyarakat saat perayaan hari hari besar keagamaan,” tandas Kace. (MP-4)


