Polresta Ambon – Majelis Latupati Sepakat Turun ke Negeri Adat, Fokus Generasi Muda dan Ketahanan Keluarga

Rencana Aksi Nyata Road Meeting Bergilir Bakal Digelar di Negeri-Negeri Adat Kota Ambon

Ambon, MalukuPost.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bersama Majelis Latupati Kota Ambon sepakat memperluas kerja sama. Tidak hanya berkutat pada persoalan keamanan dan ketertiban, kolaborasi kedua pihak akan diarahkan pada pembinaan generasi muda, penguatan ketahanan keluarga hingga menyerap langsung aspirasi masyarakat adat di negeri-negeri.

Kesepakatan itu mengemuka dalam pertemuan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., bersama Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza Valdo Maspaitella, serta para Raja dan Kepala Pemerintah Negeri (KPN) se-Kota Ambon.

Pertemuan yang diinisiasi Kapolresta Ambon tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan di Resto Sari Gurih, Ambon (12/8/2026).

Dari jajaran kepolisian turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pulau Ambon dan P.P. Lease bersama para Pejabat Utama (PJU) Polresta Ambon. Sementara dari unsur masyarakat adat hadir Reza Valdo Maspaitella yang juga Raja Negeri Rutong, serta sejumlah Raja dan KPN se-Kota Ambon.

Kapolresta Ambon, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, menilai pertemuan bersama para tokoh adat merupakan bagian penting dalam memperkuat kemitraan kepolisian dengan masyarakat.

Menurutnya, keamanan dan ketertiban Kota Ambon tidak mungkin dibangun hanya oleh aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pertemuan ini sangat positif dan berharga. Keamanan Kota Ambon tidak dapat diwujudkan tanpa adanya kebersamaan. Melalui sinergi yang makin kokoh ini, kita berkomitmen bersama-sama menjaga Kota Ambon agar tetap aman, damai, dan sejahtera,” ujar Andrias.

Sementara itu, Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza Valdo Maspaitella, mengapresiasi langkah Kapolresta membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat adat.

Reza menilai pendekatan keamanan perlu diperluas dengan menyentuh akar persoalan sosial masyarakat. Menurutnya, kepolisian dan masyarakat adat memiliki ruang kerja sama yang jauh lebih besar, terutama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

“Pertemuan ini diinisiasi oleh Kapolresta, dan banyak sekali pembicaraan terkait program-program antara Majelis Latupati dan Kapolresta Ambon yang akan kita laksanakan bersama. Beliau merupakan pribadi yang sangat profesional dan memiliki hati untuk Ambon, agar proses pembangunan kota sekaligus Ibu Kota Provinsi Maluku ini berjalan dengan baik,” jelas Reza.

Ia menegaskan, kolaborasi tersebut tidak boleh berhenti pada pendekatan keamanan maupun penegakan hukum.

“Kerja sama ini tidak semata-mata melalui sebuah pendekatan keamanan saja, tapi sebuah pendekatan untuk bagaimana kita bisa membina generasi muda kita yang memiliki moral, mental yang kuat, jati diri, karakter yang baik,” ujarnya.

Menurut Reza, pembinaan generasi muda menjadi investasi penting bagi masa depan Kota Ambon. Generasi muda yang memiliki karakter dan jati diri kuat dinilai akan menjadi modal utama dalam pembangunan daerah.

“Karena itu adalah modal untuk bagaimana sumber daya manusia Ambon itu bisa berperan serta di dalam membangun kota ini,” katanya.

Selain generasi muda, kedua pihak juga mendorong penguatan ketahanan keluarga. Reza menyebut keluarga sebagai benteng sosial pertama yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kehidupan masyarakat.

Program tersebut akan disinergikan dengan berbagai pihak, termasuk Ketua PKK Negeri Rutong, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, serta Yayasan HOPE Worldwide Indonesia.

“Ini juga merupakan salah satu yang kita bahas bersama-sama dengan Kapolresta selain daripada kerja sama-kerja sama lain yang beta mungkin saat ini belum bisa berbagi,” jelas Reza.

Yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, kerja sama Polresta dan Majelis Latupati tidak berhenti pada pembicaraan. Kedua pihak mulai menyiapkan rencana aksi nyata melalui agenda Road Meeting yang akan dilaksanakan secara bergiliran di negeri-negeri adat di Kota Ambon.

Melalui Road Meeting, jajaran Polresta Ambon, Bhayangkari, Majelis Latupati dan Pemerintah Negeri akan turun langsung ke tengah masyarakat.

Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mendengar aspirasi masyarakat adat, mengidentifikasi persoalan sosial di tingkat negeri, sekaligus membangun komunikasi dan pendampingan secara berkelanjutan.

Reza menegaskan, hasil pertemuan dengan Kapolresta harus diterjemahkan menjadi program yang dapat dirasakan masyarakat.

“Ini mesti dikonkretkan untuk menjadi sebuah rencana aksi yang nyata antara Majelis Latupati Kota Ambon dan Kapolresta ke depannya,” katanya.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan adanya upaya membangun pola kemitraan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat adat. Persoalan keamanan tidak hanya ditangani ketika terjadi gangguan kamtibmas, tetapi diupayakan melalui pendekatan pencegahan dengan memperkuat keluarga, membina generasi muda dan membangun komunikasi langsung dengan masyarakat di tingkat negeri.

Majelis Latupati Kota Ambon bersama para Raja menyatakan kesiapan mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebaliknya, Polresta Ambon membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai bagian dari upaya menciptakan Kota Ambon yang aman, damai dan kondusif.

Melalui sinergi tersebut, kerja sama Polresta dan Majelis Latupati diharapkan tidak sekadar menjadi hubungan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama membangun ketahanan sosial masyarakat Kota Ambon dari tingkat keluarga hingga negeri adat.

Pos terkait