Bupati Tanimbar Tegaskan Prioritaskan Kebutuhan Bukan Keinginan Di Musrenmbang Tansel

Musrenbang Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon memberikan sambutan saat pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Tanimbar Selatan, Sabtu (13/3)

Saumlaki, Malukupost.com – Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon menegaskan pentingnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai wadah yang disediakan oleh pemerintah untuk mendengar saran dan masukan dari masyarakat, tokoh Agama, tokoh Pemuda serta tokoh Perempuan.

“Untuk itu, Musrenbang bukanlah sesuatu yang bersifat seremoni. Musrembang ini dalam rangka merangkumkan berbagai rencana ditingkat desa untuk dirangkumkan menjadi sebuah rancangan di tingkat kecamatan dan selanjutnya nanti disampaikan kepada Pemerintah Daerah dalam rencana pembangunan daerah pada tahun 2021,” ujarnya dalam sambutan saat membukan Musrenbang Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) di Desa Sifnana, Sabtu (14/3).

Fatlolon menghimbau agar mereka dapat terlibat aktif memberikan saran dan masukan tentang berbagai kebutuhan fisik maupun non fisik dan bukan berdasarkan keinginan semata.

“Ada beberapa hal yang perlu saya garis bawahi. Pertama, bahwa Kecamatan Tansel merupakan kecamatan yang sungguh sangat strategis karena berada pada ibu kota kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ungkapnya.

Fatolon katakan, perlu untuk hadir dan menyaksikan langsung prosesnya dari awal hingga akhir. Keseriusan mengikuti proses dari awal hingga akhir karena ada begitu banyak kegiatan penting yang diusulkan dari tingkat desa hingga tingkat kecamatan yang tidak diakomodir selama ini.

“Saya sebut seperti di Gunung Nona dan BTN. Tahun lalu, saya datang ke sana dan melihat kejadian tanah longsor dan ada beberapa rumah yang dalam keadaan rusak berat. Meskipun sudah berkunjung, hingga saat ini belum ada penanganan,” kesalnya.

Dijelaskan Fatlolon, adalah beberapa SKPD sering membuat program berdasarkan keinginan pribadi dan bukan sesuai kebutuhan sembari mencontohkan, kejadian longsor di wilayah kelurahan Saumlaki seperti di Gunung Nona dan BTN beberapa waktu lalu. Kendati saat kejadian, bupati memboyong sejumlah pimpinan SKPD teknis untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan namun dalam kebutuhan tersebut tidak dianggarkan dalam APBD 2020.

“Padahal kerusakan ini terjadi di depan mata kita. Pagu anggarannya lebih banyak diarahkan kepada program-program yang bersifat pemantauan dan pendampingan yang memakan dana fantastis dan miliaran rupiah supaya nanti menambah pundi-pundi pribadi,” kecamnya.

Pos terkait