Ini Kondisi PDP-02 Malra Usai Pemeriksaan RDT Tahap Kedua (Akhir)

  • Whatsapp
Juru Bicara Tim Gustu Covid-19 Kabupaten Malra, dr. Katrinje Notanubun, M.Kes.

Langgur, Malukupost.com – Juru Bicara Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dr. Katrinje Notanubun mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Tahap Kedua terhadap salah satu warga yang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“PDP kita sekarang ini adalah PDP-02 yang ditetapkan tanggal 11 April 2020, dan sejak tanggal ditetapkan tersebut masih dirawat sampai saat ini di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur,” ujarnya di Langgur, Senin (20/4/2020).

Menurutnya, PDP-02 ini juga memiliki penyakit penyerta dan juga yang bersangkutan juga baru selesai menjalani operasi, sehingga menyebabkan adanya sedikit penurunan daya tahan tubuh.

“Kondisi tersebut tentu membutuhkan masa pulih yang cukup panjang, tetapi kita bersyukur, setelah dikontrol dua hari ini kondisinya sudah semakin membaik, oksigennya juga sudah tidak dipakai dan sudah tidak demam lagi,” tuturnya.

dr. Notanubun yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) setempat menjelaskan, pemeriksaan RDT hanya dilakukan sebanyak dua kali yakni RDT Tahap Pertama dan RDT Tahap Kedua. Jika hasil pemeriksaan RDT (dua tahap) tersebut hasilnya positif maka akan dilanjutkan pada pemeriksaan SWAB.

Diketahui, sesuai SOP, pemeriksaan RDT hanya dilakukan dua kali. Jika hasilnya positif maka dilanjutkan ke pemerikaan SWAB.

“Kemarin ketika kodisi PDP-02 kondisinya kurang baik sehingga kami sendiri sudah meminta untuk dilakukan tes SWAB. Hasil tes SWAB sudah ada, VTM (Virus Transport Medium) sudah saya terima, dan sekarang kami akan berkomunikasi dan menyurati ke pihak Wings Air untuk pengiriman sampel infeksi virus ini, karena ada juga SOP-SOP yang harus kita lakukan,” ungkapnya.

Ditegaskan dr. Notanubun, pemeriksaan SWAB harus dilakukan supaya bisa memastikan dengan baik, karena kondisi umumnya (PDP-02) yakni memiliki penyakit penyerta.

“Kita berdoa saja semoga hasil tes SWAB-nya nanti negatif, sehingga kita dapat memastikan bahwa daerah kita dalam kondisi tidak ada Covid-19,” pungkasnya. (MP-15)

Pos terkait