Langgur, Malukupost.com – Gereja Protestan Maluku (GPM), Jemaat Anugerah Ohoijang, Klasis Kei Kecil dan Kota Tual menggelar Sosialisasi Himbauan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Tenggara (Malra), sekaligus pemberian bantuan Diakonal Gereja kepada keluarga terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Langgur, Rabu (15/4/2020).
Ketua Majelis Jemaat (MJ) GPM Anugerah, Pdt. GH. Anakotta, S.Si menjelaskan, Sosialisasi Himbauan FKUB tentang Social Distancing dan Pemberian Bantuan Diakonal Gereja adalah dua hal yang berbeda.
“ini adalah panggilan bergereja, bahwa umat dari hari ke hari harus selalu diedukasi tentang bahaya virus Covid-19,” ujarnya di Langgur, Sabtu (18/4/2020).
Himbauan untuk beribadah, bekerja dan belajar dari rumah untuk memutus mata rantai virus ini adalah suatu tindakan yang berhikmat, dimana kita juga menjadi orang-orang yang solider dengan keselamatan diri kita dan orang lain.
“Himbauan untuk tetap di rumah, juga turut berdampak langsung pada sisi ekonomi umat. Nyaris pendapatan menjadi berkurang dan ini akan berakibat langsung pada kesejahteraan kehidupan keluarga,” tandasnya.
Pendeta Anakotta menegaskan, pada sisi inilah gereja-gereja terpanggil untuk saling melayani.
“Saya pinjam Kalimat dari Pdt. Jeck Manuputy bahwa inilah Jalan Penderitaan Gereja. Gereja yang mengimani penderitaan Yesus, kematiaan dan kebangkitan-Nya sebagai jalan keselamatan,” ungkapnya.
Dijelaskan pendeta Anakotta, inilah Diakonal Transpormatif, dimana kita memberikan agar mereka diberdayakan untuk tetap menjaga kelangsungan Kehidupan. Perkataan Yesus dalam Injil Lukas 9:13 (bahwa kamu harus memberikan mereka makan), adalah sebuah tindakan solidaritas kemanusiaan yang sangat tinggi tetapi juga suatu tindakan untuk Merawat Kehidupan.
Akibat dari Virus Corona yang telah menjadi pandemi dunia ini, dan penerapan Social Distancing secara langsung juga berdampak pada warga Jemaat GPM Anugerah Ohoijang-Langgur.
“Sebanyak 103 kepala keluarga penerima Bantuan Diakonal adalah para janda, lansia, tukang ojek bahkan pekerja lepas yang nama-nama mereka telah diverifikasi langsung oleh Majelis Pendamping unit, adalah orang-orang yang layak untuk dibantu. Bukan Karna mereka tidak mampu tetapi gereja hanya menjaga dan merawat kehidupan ini sebagai bagian dari panggilan bergereja,” tuturnya.
Menurutnya, tugas ini belum selesai sampai disini, karena masih akan berjumpa dengan mereka beberapa minggu kedepan sebagai puncak penerapan Social Distancing.
“Kita akan selalu berjalan bersama dan akan memastikan bahwa Corona ini tidak akan mencerai-beraikan kita sebagai Gereja,” ucapnya.
Untuk itu, dirinya berharap bahwa sebagai gereja-gereja yang hidup untuk saling menopang, saling berbagi dalam Kasih. Karna berbagi adalah respon orang-orang yang telah diselamatkan atas anugerah Allah dalam Yesus.
“Berbagi tidak akan membuat kita berkekurangan. Malah akan membuat persekutuan semakin harmonis,” pungkasnya. (MP-15)


