22 Pemegang Saham PT Bank Maluku – Malut Setujui Pertanggungjawabkan Direksi

  • Whatsapp
Dirut PT. Bank Maluku - Maluku Utara, Arief Burhanudin Wailulu (kedua dari kiri), Komisaris Utama PT Bank Maluku Malut, Sam Latuconsina

Ambon, MalukuPost.com – Direktur Utama (Dirut) PT. Bank Maluku – Maluku Utara, Arief Burhanudin Wailulu menyatakan sebanyak 22 Pemegang Saham bank tersebut yang berasal dari 2 Provinsi dan 20 kabupaten/kota menyetujui pertanggungjawaban Direksi sesuai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung secara cilcular pada 12 Juni.

“Kemudian ditindalanjuti dengan surat keputusan sikuler oleh seluruh pemegang saham nomor 15 tanggal 22 Juni,” ujarnya di Ambon, Selasa (23/6).

Dijelaskan Waliulu, terdapat tiga poin dalam surat persetujuan tersebut, yakni satu, menyetujui pertanggungjawaban kinerja keuangan Tahun Buku 2019 dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris PT. Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara Tahun Buku 2019.

Dua, menyetujui penetapan pembagian laba bersih tahun buku 2019 dengan perincian; laba bersih sebesar Rp151,288,327 yang diperuntukan sebagai cadangan sebesar 43 persen dari laba bersih atau sejumlah Rp65,053,980,656, dan sebagai dividen sebesar 57 persen dari laba bersih atau sejumlah Rp86,234,346,450.

Tiga, menyetujui penetapan pembagian dividen kepada pemegang saham tahun buku 2019, dan menyetujui penyerahan kewenangan kepada dewan komisaris untuk menunjukkan akuntan publik dan atau kantor akuntan publik (KAP) dalam rangka melaksanakan audit atas laporan keuangan Tengah tahunan (LKTT) dan laporan keuangan tahunan tahun (LKT) buku 2020, serta menyetujui penyerahan kewenangan kepada dewan komisaris untuk mengesahkan setoran modal pemegang saham tahun 2020.

Terkait daftar pembagian dividen Tahun buku 2019 yakni Provinsi Maluku Rp37,641,787,469; Kabupaten Maluku Tengah Rp1,509,542,554; Kabupaten Maluku Tenggara Rp4,631,954,431; Kota Ambon Rp5,925,123,567; Kabupaten Buru Rp2,010,539,950; Kabupaten Kepulauan Tanimbar Rp3,004,863,970; Kabupaten Seram Bagian Barat Rp2,935,198,155; Kabupaten Seram Bagian Timur Rp4,403,748,092; Kabupaten Kepualau Aru Rp4,491,861,088;

Provinsi Maluku Utara Rp795,129,988; Kota Ternate Rp1,006,432,137; Kabupaten Halmahera Barat Rp1,453,758,787; Kabupaten Halmahera Tengah Rp1,266,122,478; Kabupaten Halmareha Timur Rp211,302,149; Kabupaten Halmahera Utara Rp1,693,586,726; Kabupaten Halmahera Selatan Rp1,217,734,286; Kabupaten Kepulauan Sula Rp956,634,299; Kota Tidore Kepulauan Rp1,138,073,376; Kabupaten Buru Selatan Rp4,242,313,250; Kabupaten Maluku Barat Daya Rp3,754,807,352; Pemerintah Kota Tual; Rp1,533,630,999; dan Kabupaten Morotai Rp370,201,365.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Bank Maluku Malut, Sam Latuconsina menyatakan apa yang ditargetkan di 2019 semuanya berjalan baik bahkan melampaui 100 persen.

“Ini berarti kinerja direksi cukup baik dengan beberapa penghargaan yang dicapai. Untuk itu, kita berharap bank ini kedepan bisa lebih baik lagi serra mempertahankan kinerja yang dengan potensi-potensi yang sudah ada,” ujarnya.

Latuconsina berharap, RUPS yang telah dilaksanakan baik tahunan maupun luar biasa sehingga kepengurusan bank ini bisa terpenuhi yang mana implikasinya di tingkat kesehatan bank.

“Salah satu yang mempengaruhi tingkat kesehatan bank adalah pemenuhan kepengurusan bank. RUPS ini berjalan baik karena semua pemegang saham wajib memberikan persetujuannya,”tuturnya.

Latuconsina menambahkan, dalam kondisi pandemi corona-19, tapi kinerja-kinerja bank dalam capaian-capaian di triwulan pertama tahun 2020 berjalan dengan baik.

“Kita berharap sampai dengan akhir tahun 2020, kinerja direksi tetap dipertahankan, sehingga pekerjaan yang dilaksanakan secara baik dan benar. Untuk itu, saya berkomitmen agar hal-hal buruk yang pernah terjadi tidak boleh terjadi lagi,”pungkasnya.

Pos terkait