Antisipasi Kelangkaan Pupuk Subsidi di Maluku, Petrokimia Gresik Sediakan 1.388 Ton

  • Whatsapp
Petrokimia-Gresik-Sediakan-1388-Ton-Pupuk-Subsidi-Antisipasi-Kelangkaan-di-Maluku

Ambon, Malukupsost.com – PT Petrokimia Gresik menyediakan stok pupuk subsidi 1.388 Ton hingga bulan Oktober 2020 mendatang di Maluku, hal ini guna mengantisipasi kelangkaan pupuk di tengah pandemic Covid 19.

Siaran pers yang diterima di Ambon, Rabu (22/7/2020) menyebutkan, ketersediaan pupuk subsidi tersebut didukung juga dengan ketersediaan stok pupuk non subsidi.

Ini merupakan upaya PT Petrokimia Gresik mendukung program pemerintah pusat pada umumnya dan khususnya pemerintah daerah, dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian serta langkah nyata PT Petrokimia Gresik sebagai Perusahaan Solusi Agroindustri dan Pertanian Berkelanjutan di Maluku.

Staff Perwakilan PT Petrokimia Gresik Daerah Penjualan wilayah Maluku, Bakty Nevada Wilis K mengatakan total stok pupuk subsidi di Maluku adalah 1.388 Ton.

Dengan rincian pupuk ZA 111 Ton, pupuk SP-36 91 Ton, NPK Phonska 990 Ton serta pupuk Petroganik 160 Ton. Stok pupuk subsidi tersebut tersebar di 3(Tiga) gudang penyangga masing-masing di Passo Kota Ambon, Kobisonta Maluku Tengah dan Namlea Kabupaten Buru.

Bakty menambahkan, Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Provinsi Maluku sampai dengan tanggal 21 Juli 2020 sudah mencapai 76 persen dari alokasi yang telah ditetapkan tahun 2020.

Dia merincikan, penyaluran per jenis pupuk subsidi ialah alokasi pupuk ZA sebanyak 204 ton sudah terealisasi 138 ton atau 67persen.

Untuk alokasi pupuk SP-36 sebanyak 230 ton sudah terealisasi 214 ton atau 93 persen. Untuk alokasi pupuk NPK Phonska 2.533 ton sudah terealisasi 1.851 ton atau 73 persen. Untuk alokasi pupuk Petroganik 614 ton sudah terealisasi 217 ton atau persen.

“Kami selalu memantau dan mengarahkan kios dalam hal penyaluran pupuk bersubsidi untuk memenuhi 6 Prinsip Utama penyaluran yakni Tepat Jenis, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Tempat,” ucapnya.

Tepat Waktu dan Tepat Mutu, kata Bakty, demi mendukung terlaksananya Permendag 15/M-DAG/PER/4/2013, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV, yang didalamnya mewajibkan untuk menyimpan stok hingga kebutuhan minimal 2 minggu kedepan.

“Kami juga menyediakan opsi lain untuk daerah dimana ketersedian alokasi pupuk bersubsidi “tidak mencukupi maupun habis” maupun yang petani belum tercover dalam e-RDKK, yaitu menyediakan pupuk Non-Subsidi seperti NPK Phonska Plus 15-15-15 plus zink dan sulfur dengan kemasan kecil dari 25 Kg dengan harapan bisa menjangkau seluruh petani,” tandasnya.

Pos terkait