Terkait Stunting Di Malra, Ini Penjelasan Duta Parenting Provinsi Maluku

  • Whatsapp
Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad

Langgur, MalukuPost.com – Duta Parenting Maluku, Widya Pratiwi Murad menjelaskan, keterlibatannya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi adalah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.

Hal tersebut disampaikan Widya saat kegiatan Pertemuan Koordinasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting dan Gizi Buruk di Malra.

Kegiatan yang dihadiri pula oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail tersebut, digelar di aula kantor Bupati Malra, Senin (26/10).

Widya menambahkan, selain itu, dirinya terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Tim Penggerak PKK se-provinsi Maluku dalam melaksanakan intervensi stunting melalui Posyandu untuk penguatan 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Semenjak tiba di Malra (Minggu 25/10), Widya Pratiwi telah mengunjungi empat ohoi/desa stunting (ohoi Dian Darat, Mastur, Uwat dan Mun Esoy), ditambah dengan desa saar/walang sehat (ohoi Watsin dan Ler Ohoilim).

Dalam kunjungan tersebut, dirinya juga melakukan diskusi-diskusi dengan para kepala ohoi dimaksud terkait upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.

“Jika masih ada yang ingin disampaikan kepada saya selaku Duta Parenting, dengan senang hati saya ingin mendengarkan,” tuturnya.

Widya mengungkapkan, dari hasil kunjungannya bersama beberapa OPD provinsi Maluku dan kabupaten Malra, terlihat adanya kemajuan dan juga masalah yang masih menjadi tantangan dan akan diselesaikan bersama.

“Terkait masalah stunting, kami siapkan rekomendasi dari pemrov Maluku dan diserahkan ke pemkab Malra,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya akan terus melakukan monitoring, evaluasi dan intervensi di Malra terhadap permasalahan tersebut, sehingga prevalensi stunting semakin menurun.

“Saya harap, kita bersama-sama secara terpadu membangun ohoi, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang bermasalah kurang gizi dan stunting,” tandasnya.

Untuk diketahui, data angka stunting pada keempat ohoi dimaksud yakni ohoi Dian Darat (bulan Februari 2020 berjumlah 30 balita, dan pada bulan Agustus 2020 turun menjadi 25 balita). Ohoi Mastur, (Februari 2020 berjumlah 28 balita, bulan Agustus 2020 turun menjadi 15 balita).

Kemudian di ohoi Uwat, (bulan Februari 2020 jumlah balita stunting yakni sebanyak 30 orang, dan pada bulan Agustus 2020 berjumlah 14 orang). Sedangkan untuk ohoi Mun Esoy, (bulan Februari 2020 berjumlah 10 orang, dan pada bulan Agustus 2020 turun menjadi 4 orang).

Pos terkait