Update Vaksinasi di Maluku: Gubernur Murad Orang Pertama Divaksin Covid-19 Sinovac di Maluku

  • Whatsapp
gubernur Maluku murad ismail
gubernur Maluku murad ismail saat menerima vaksin di RSUP dr J Leimena

Ambon, MalukuPost.com – Gubernur Maluku, Murad Ismail, langsung menjadi orang pertama di Provinsi Maluku yang disuntik Vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr J. Leimena, Jumat (15/01/2020).

Berdasarkan pantauan media ini, Disusul beberapa orang lagi yang divaksin yakni Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Agus Rohman, Sekum MPH Sinode GPM Elifas Maspaitella, Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, Zainul Muttaqien, Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri, Kepala BIN, Brijem Jimmy Aritonang, Kepala Basarnas, Djunaidi.

Dari semua pejabat publik, tiga diantaranya harus menunda beberapa beberapa menit, dikarenakan tekanan darah yang melebihi ambang batas yang ditentukan 140/90, yaitu Gubernur Maluku tekanan darahnya 153, Pangdam XVI Pattimura tekanan darahnya 150, dan Kapolda.

Setelah istirahat beberapa menit, dengan menggunakan Tensi Manual, tekanan darah Gubernur normal 130/80, begitu juga Kapolda, sedangkan Pangdam kembali mencoba menggunakan tensi meter elektronik juga normal 120/80.

Gubernur Maluku bersama Kapolda dan Pangdam kemudian disuntik Vaksin, selanjutnya menuju ruang observasi untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginakan. Setelah setengah jam menjalani observasi, Gubernur bersama pejabat yang tekah divaksin diberikan kartu vaksinasi dan kartu kontrol.

Gubernur Maluku, Murad Ismail mengatakan terkait tekanan darah diakuinya karena baru tiba dari Jakarta pukul 07.00, dalam perjalanan tidak bisa tidur. Selain itu vaksin covid-19 merupakan vaksin ketiga yang diterimanya, sebelumnya vaksin untuk cacar dan hepatitis B

ÔÇťApalagi alat tensi yang dingunakan juga sensitif, namun ketika menggunakam tensi manual ternyata normal. Setelah menjalani semua, dan terakhir Vaksin Covid-19, saya merasa aman-aman saja. Pada saat disuntik tidak sakit, dibandingkan di infus, jarumnya besar sekali, tapi kalau divaksin jarum kecil sekali, tidak sekali,”ungkapnya.

Murad katakan, dengan divaksin Covid-19 oleh Presiden pada tanggal 13 Januari lalu, menunjukkan sebagai orang pertama menandakan vaksin itu layak dan aman diberikan kepada masyarakat.

“Presiden menjadi orang pertama secara nasional, masa kita di daerah tidak bisa. Pimpin di daerah bukan minta dilayani, tapi kita harus melayani, karena itu kita harus duluan agar melayani masyarakat dengan baik,”tegasnya.

Dijelaskan Murad, pemberian vaksin merupakan momentum kebangkitan ekonomi dan pembangunan serta kembalinya kehidupan normal yang berangsur membaik. Pemberian Vaksin dibagi dalam tiga periode, periode I untuk seluruh sumber daya manusia di bidang kesehatan, seperti tenaga kesehatan, tenaga penunjang kesehatann bahkan mahasiswa kedokteran yang menjalani praktek di RS sebanyak 14.769 orang.

“Saya mengapresiasi kerja perjuangan dan pengabdian yang begitu luar biasa kepada seluruh nakes yg menjadi garda terdepan dalam urusan kesehatan masyarakat dimulai awal oandemi hingga saat ini,”ujarnya.

Murad menandaskan, periode kedua kepada petugas pelayanan publik, TNI, Polri dan ASN yang bertugas di bandara, pelabuhan dan lain sebagainyq, sebabyak 231.331 orang, Periode ketiga mulai dari april 2021 kepada masyarakat rentan, sebanyak 448.169 orang, Periode IV untuk pelaku ekonomi, sebanyak 562.142 orang.

“Target 2/3 masyarakat Maluku harus, kalau tidak maka tetap mematuhi protokol kesegahatan,”pintanya.

Murad menghimbau, masyarakat Maluku agar tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawab atau hoax, melainkan menerima saluran informasi resmi yang dapat dipertangungjawabkan kebenarannya.

“Yang pastinya sebagai orang pertama di Maluku yang divaksin, ingin memberikan contoh dan menyakini kepada masyarakat bahwa vaksin aman dan halal. Sebagaimana vaksin yang dinggunakan presiden dengan pejabat negara lainnya,”pungkasnya.

Pos terkait