Pelajar Evav Nana Reliubun, Sang Juara Cerita Rakyat Maluku

  • Whatsapp
Winda Aulia Hidayanti Reliubun alias Nana, sang juara I Lomba menulis cerita rakyat Maluku oleh Ketua TP PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad (foto geraldo leisubun)
Winda Aulia Hidayanti Reliubun alias Nana, sang juara I Lomba menulis cerita rakyat Maluku oleh Ketua TP PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad (foto geraldo leisubun)

Laporan Rudi Fofid & Geraldo Leisubun-Tual

Malukupost.com – Winda Aulia Hidayanti Reliubun baru pulang sekolah. Siswa kelas 2 SMA Negeri 5 Tual itu belum sempat ganti seragam. Kakaknya Nanu Rengiwur Difinubun memberi kabar, dia menjadi juara pertama Lomba menulis Cerita Rakyat Maluku, memperingati Hari Kartini oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad.

“Saya kaget, karena tidak menyangka, dan belum dapat kabar dari ibu guru atau panitia,” kata pelajar yang biasa disapa Nana kepada Media Berita Maluku Post di Langgur, Selasa (27/4).

Nana tidak menyangka bakal menjadi juara pertama. Alasannya, dia belum pernah ikut lomba menulis setingkat provinsi. Dia malah sejak awal, sudah ragu ikut lomba seperti ini. Akan tetapi karena didorong guru Bahasa Indonesia Melina Rahakbauw, maka Nana pun mencari bahan untuk penulisan.

Dari begitu banyak cerita rakyat di Kei, Nana hampir saja menulis kisah Nen Dit Sakmas yang terkenal. Akan tetapi, dia merasa kisah tersebut sudah banyak ditulis sehingga dipilihnya kisah Komehawain bersama dua saudara kandungnya Vatyaan dan Vatwarin, yang belum banyak dikenal orang.

“Saya menulisnya selama tiga hari. Saya serahkan kepada Ibu Guru Melina Rahakbauw yang mengirim kepada panitia, bersama naskah seorang kawan saya,” kata Nana.

Nana mengaku, waktu masih SD, dia pernah juara tulis dan baca puisi, tetapi itu tingkat sekolah saja. Setelah itu, dia tidak pernah ikut lomba.

“Jadi, saya kaget dan senang bisa juara di tingkat provinsi Maluku,” kata Nana.

Nana bertekad akan terus menulis puisi dan cerita. Ada atau tidak ada lomba, dia bertekad tetap menulis. Bahkan, gadis yang ingin jadi dokter ini berjanji tetap menulis, sekalipun kelak jadi dokter.

Remaja kelas 2 SMA Negeri 5 Tual, kelahiran 19 Februari 2005 ini
adalah puteri pasangan Abdollah Reliubun dan Winur Pupitowati. Ayahnya Kepala SMP di Elat, Ke Besar. Sedangkan ibunya yang berasal dari Sragen, Jawa Tengah, adalah guru SMP di Mastur, Kei Kecil Timur.

Nana sendiri memulai pendidikan dasar di SD dan SMP Mastur, dan kini SMA di Tual. Dia tinggal dengan Om dan Bibi di BTN Un Indah Tual, terpisah dari ayah maupun ibu.

Mengenai cerita rakyat dari Kei yakni Komehawain, Nana mengaku terkesan dengan karakter Vatwarin dan suaminya Koesnaung. Meskipun keduanya kawin lari dan dibuang oleh ayah-ibu karena latar belakang Koesnaung yang miskin, tetapi keduanya justru tetap bersikap baik. Koesnaung malah kembali menolong adik mereka Komehawain dari ancaman maut.

“Pesan moral dari cerita rakyat Komehawain adalah jadilah pribadi yang selalu rendah hati. Tetaplah berjuang walau banyak masalah kita temui dalam kehidupan, karena Tuhan pun tidak akan diam untuk membantu kita menyelesaikan setiap masalah,” papar Nana. (Malukupost)

Pos terkait