Ambon, MalukuPost.com – Sekretaris DPD Golkar Provinsi Maluku, James Timisela menyatakan untuk membesarkan partai Golkar, seluruh peran dan solusi diberikan kepada pengurus Partai Golkar berkaitan dengan tugas-tugas yang ada, hal itu dikatakannya menanggapi kritikan yang dilontarkan beberapa kader Golkar melalui salah satu media Online kepada ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Ramly Ibrahim Umasugi.
“Kalau berbicara tentang ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku tidak mempersatukan, atau memecah belah, kita berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang sangat naif,”ujarnya di Ambon, Jumat (28/05/2021).
Timisela katakan, boleh saja berbeda pemikiran tapi itu bukan berarti digoreng seakan-akan partai Golkar dibawah pimpinan Ramly Umasugi berada dalam kondisi yang tidak baik. Dalam kapasitas Umasugi sebagai ketua DPD tetap menjaga persatuan dalam partai.
“Kalau ada perbedaan bukan berarti teman-teman yang berbeda pendapat bilang bahwa dia tidak menyatukan partai ini dengan kepengurusan yang ada,” tandasnya.
Menurut Timisela, kader Golkar yang dikeluarkan dari kepengurusan, merupakan tindakan yang otomatis dilakukan karena tidak adanya peran aktif sebagai pengurus.
“Kalau kita tidak kerja sama-sama, memberikan pikiran setiap hari, melihat kekurangan lalu secara bersama mendiskusikannya, lalu kemudian dikeluarkan, itu sesuatu yang salah,” katanya.
“Tapi kalau sebagai pengurus tidak pernah datang, lalu kemudian datang di saat tertentu, tidak memahami apa yang dilakukan, lalu menggembar-gemborkan, yah otomatis dikeluarkanlah,” katanya lagi.
Ditegaskan Timisela, Golkar sudah punya tujuan untuk menang di 2024 baik itu di Pileg, Pilpres maupun Pilkada. Dan untuk mencapai tujuan itu, seluruh elemen partai harus benar-benar tertib dalam barisan.
“Mana bisa kita mau mencapai tujuan, sementara yang lain diluar hanya mencuap-cuap. itu kan sesuatu yang tidak tepat,” tandasnya.
Timisela menambahan, apa yang disampaikan ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, untuk mencapai tujuan tersebut maka seluruh elemen partai harus tertib di barisan.
“Ketua umum mengatakan, kalau tidak tertib di barisan, silahkan parkir lah atau istilahnya silahkan istirahat. Tetapi kalau mau mencapai tujuan bersama, mari katong tertib di barisan untuk mecapai tujuan yang diharapkan di 2024,” pungkasnya.


