Rahayaan : Gereja Fransiskus Xaverius Tual Sebagai Penunjang Pembangunan Iman Keumatan

  • Whatsapp

Tual, Malukupost.com – Walikota Tual Adam Rahayaan menyatakan, perjalanan kehidupan suatu kumpulan Umat Tuhan. Dalam membangun kwalitas kehidupan Umat, termasuk pembangunan sarana prasarana peribadatan tidak lepas dari peran dan tanggung jawab bersama seluruh Stakholder.

“Kebutuhan akan gedung Gereja yang representative akan menjadi indikator, yang sangat penting dan mendasar sebagai penunjang, persekutuan Umat Tuhan dalam pembangunan Iman Keumatan.” ujar Rahayaan saat menyampaikan sambutannya, dalam rangka Penthabisan Gedung Gereja Fransiskus Xaverius Tual Rabu (16/6/2021).

Dia menandaskan, pembangunan Gedung Gereja yang telah dilaksanakan oleh Umat dan  Panitia tersebut, telah ikut mewarnai serta mendukung Program Pemerintah Kota Tual, dalam upaya pembinaan Iman, Serta Takwa menuju masyarakat Maren yang religi.

“Sebagaimana tergambar dalam Visi Kota Tual 2018-2023, untuk mewujudkan Kota ini sebagai Kota  Beriman, beradat, ekonomi, responsif, akuntabel, demokrasi, Aman dan transparan.” tandasnya

Dijelaskan, sebagai bukti dari komitmen upaya perwujudan Visi dan Misi tersebut, maka bukan hanya pembangunan Gedung Gereja Fransiskus Xaverius, akan tetapi juga dibangun sarana prasarana peribadatan lain.

“Seperti pembangunan Mesjid Agung Al Huriah 45 Tual, dan Gedung Gereja Maranatha Un, pembangunan ini dilakukan melalui kerja sama gotong royong dari semua komunitas Agama, yang menggambarkan toleransi dalam Keimanan.” jelasnya

Wali Kota Tual Adam Rahayaan saat menyampaikan sambutannya pada Acara Pentahbisan Gedung Gereja Fransiskus Xaverius Tual 

Dia menambahkan, walaupun ditengah keterbatasan baik dari sisi penganggaran maupun ditengah kemelut Dunia, atas wabah Covid-19 namun dengan semangat yang ada untuk mengedepankan protokol kesehatan, pencegahan penyebaran  Virus Corona perayaan sukacita di hari ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

“Selaku Pemerintah Daerah Kami menyadari sungguh di tahun-tahun belakangan ini, Alokasi Anggaran sarana dan prasarana peribadatan tidak semaksimal tahun sebelumnya.  Bukan nya keinginan kami, namun karena segenap komponen Pemerintah diperhadapkan dengan  recoufusing anggaran yang diprioritaskan demi pencegahan penyebaran Virus Covid-19.”

Rahayaan harapkan, perayaan syukur di hari ini dapat dimaknai sebagai cerita panjang dari sebuah nilai perjuangan, cerita romantis dari sebuah toleransi, serta cerita religi dari sebuah keimanan.

“Hal tersebut yang telah berakar pada Budaya kita Suku Kei Ain ni Ain, dan patutlah cerita ini menjadi, Tom-Nya sehingga menjadi Tad-nya pada masyarakat Kota Tual.” ucapnya

Pos terkait