DPRD Kritisi PT Pertamina Ambon Tidak Terbuka

  • Whatsapp
Wakil Ketua Komisi II, DPRD Kota Ambon Harry Far far

Ambon, MalukuPost.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Harry Far Far menegaskan PT. Pertamina Cabang Ambon dinilai tidak terbuka dengan data ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, dan menimbulkan keresahan di tingkat konsumen, terkhusus para sopir angkutan kota (Angkot).

“Sangat tidak ada keterbukaan dari pihak pertamina mengenai jumlah data BBM Bersubsidi pemberian pemerintah yang diterima Kota Ambon pada tahun 2021. Ini yang sangat kami sesalkan,” tegasnya usai rapat bersama pihak PT. Pertamina cabang Ambon, dan masing-masing SPBU, serta Koordinator sopir angkot di DPRD Kota Ambon, Kamis (12/08/2021) siang.

Harry mengaku sangat sesal dengan sikap Pertamina yang tidak dapat menjawab berbagai pertanyaan dari para sopir angkot termasuk juga pertanyaan dari anggota DPRD.

“Ada juga banyak pertanyaan yang disampaikan tapi tidak dijawab secara terperinci dan mendetail oleh pihak pertamina,” tegasnya.

Dijelaskan Harry, dengan kondisi yang ada maka rapat kerja akan berlanjut di esok hari, dengan menghadirkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Ambon. Dan bahkan minggu depan pihaknya akan turun langsung di lapangan, untuk melakukan perhitungan sesuai dengan yang dikatakan Pertamina.

“Kita akan buat rapat kerja dan hadirkan juga Dinas Indag. Apalagi BBM ini kan disubsidi oleh pemerintah pusat ya harus dinikmati oleh masyarakat yang memang membutuhkan. Tapi kalau banyak sekali antrian, secara tidak langsung antrian ini menimbulkan pertanyaan apakah benar kuota BBM tidak mencukupi atau permintaannya yang semakin banyak,” pungkasnya.

Sekedar diketahui sebelumnya, dalam rapat tersebut sopir angkot tidak setuju dengan keputusan PT. Pertamina Persero yang berencana menghapus BBM Premium, yang merujuk pada ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017.

“Mereka mau menghilangkan premium dan diganti dengan Pertalite Khusus (PLK) saja tapi bagaimana dengan kondisi ekonomi kami. Pendapatan kami sehari tidak seberapa apalagi ditengah pandemi, lalu kalau kami pakai bahan bakar Pertalite itu kan harganya lebih tinggi, kami mau makan apa lagi,” kata Koordinator Sopir Angkot, Risman Laduheru dalam rapat.

Pos terkait