Gantung Diri, Ini Pesan Terakhir Titarsole pada Secarik Kertas

  • Whatsapp

Ambon, MalukuPost.com – Nasib tragis dialami Deminicius Andreas Titarsole (49), Warga BTN Passo Indah, Kecamatan Bagual, Ambon, yang nekat memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan mengggantung diri, sabtu (02/10/2021) kemarin.

Kanit Reskrim, Aipda Syarif Sanaky Polsek Baguala dikonfirmasi, minggu (03/010/2021), menyatakan warga BTN Passo Indah, Kecamatan Bagual, Ambon, ditemukan pertama kali oleh Marlin Patty (Saksi), yang ingin membangunkan korban di kamar ditempati korban untuk menawarkan makan, namun tak ada jawaban meski pintu kamar diketuk.

“Saksi Marlin pun memberitahukan kepada kedua orang tuanya jika korban belum juga bangun untuk makan meski sudah siang. Marlin dan ayahnya Johanis Patty pun mencoba mengetuk pintu kamar korban. Lagi-lagi tak ada jawaban,” ujarnya.

Dijelaskan Sanaky, saksi Johanis Patty pun melangkah menuju luar rumah untuk membuka jendela kamar korban yang tidak tertutup rapat. Begitu jendela kamar berhasil dibuka, Marlin dan Johanis terkejut melihat korban dalam posisi tergantung di dinding tembok kamar dengan leher terikat seutas tali arafia warna putih yang di ikatkan di fentilasi kamar sekitar pukul 13:30 WIt Sabtu.

“Melihat peristiwa naas ini, Saksi kemudian melaporkan ke RT dan sekitar pukul 13:50 WIT Personil Bhabinkamtibmas tiba di TKP dan menuju kamar korban dan meminta salah satu keluarga untuk mendobrak pintu kamar. Beberapa selang kemudian, tim identifikasi Polresta Ambon tiba di tkp melakukan olah TKP, jenazah korban langsung dievakuasi ke RS. Bhayangkara Ambon di Tantui untuk pemeriksaan luar,” ungkapnya.

Menurut Sanaky, pihaknya tidak mengetahui pasti modus dari peristiwa itu, Hanya saja, terdapat secarik kertas ditinggalkan korban bertuliskan “Bu nov tolong ambil Bpk Demi pulang ke Lilibooi dolo usi jangan marah bu nov dolo. Lalu taruh langsung bu nov kembalilah saja seng usah proses lagi ini Bpk Demi punya mau. Bapak deng usi jangan pulang lai. Bapak usi bu nov sekeluarga dangke banyak lai sebab sudah lihat beta selama enam bulan,”

“Berdasarkan surat tersebut, korban tidak secara gamblang mengungkapkan persoalan apa yang sedang dihadapinya sehingga memilih bunuh diri. Hanya saja, korban meminta untuk dimakamkan di Lilibooi, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah,” katanya.

“Selain itu, sesuai keterangan dari keluarga, korban diketahui memiliki pergaulan yang baik dengan warga sekitar. Keluarga menerima dan ikhlas atas meninggalnya korban, sehingga tidak melanjutkan peristiswa ini ke proses hukum,” katanya menambahkan.

Pos terkait