Gubernur Maluku Instruksi Lestarikan Bahasa dan Sastra Daerah

  • Whatsapp
Para narasumber Gelar Wicara dan Seminar Kebahasaan dan Kesastraan Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku Titus Renwarin, Raja Hitu Lama Salhana Pelu, Ketua Komisi IV DPRD Maluku Samson Atapary, dan moderator Kepala Kantor Bahasa Maluku Sahril SS MPd. Kegiatan Bulan Bahasa diselenggarakan Kantor Bahasa Maluku untuk mendorong lahirnya regulasi berupa Perda untuk melindungi bahasa daerah di Maluku (foto rudi fofid)

Laporan Rudi Fofid-Ambon

Malukupost.com – Gubernur Maluku Murad Ismail menginstruksikan semua penyandang kepentingan segera mengambil langkah-langkah konkrit demi melestarikan bahasa dan sastra daerah. Hal itu disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Insun Sangadji ketika membuka Gelar Wicara dan Seminar Kebahasaan dan Kesastraan di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (21/10).

“Saya instruksikan seluruh pemangku kepentingan mengambil langkah konkrit untuk lestarikan bahasa dan sastra daerah Maluku melalui formal di sekolah dan informal di dalam keluarga supaya bahasa daerah tidak punah karena merupakan jati diri dan identitas orang Maluku,” papar gubernur.

Gubernur Murad meminta peserta Gelar Wicara dan Seminar Kebahasaan dan Kesastraan memberikan kontribusi pikiran demi pemertahanan bahasa daerah di Maluku. Gubernur menyebutkan adanya 62 bahasa daerah di Maluku yang masih hidup dan perlu dilestarikan, sehingga diperlukan suatu regulasi dalam bentuk peraturan daerah.

Sebelumnya, Kepala Kantor Bahasa Maluku Sahril SS MPd dalam sambutan menyebutkan, di Indonesia terdapat 718 bahasa daerah. Dari jumlah itu, Maluku punya 65 bahasa daerah, dituturkan 1,9 juta penduduk Maluku.

“Maluku punya jumlah bahasa nomor empat setelah Papua, Papua Barat, dan NTT. Kami Kantor Bahasa Maluku terus berupaya melestarikannya,” ungkap Sahril.

Ketua Panitia Gelar Wicara dan Seminar Arie Rumihin dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku dalam laporan menyebutkan, situasi pandemi membuat pihaknya menyelenggarakan kegiatan ini dengan dua kelompok peserta. Ada sesi gelar wicara dan ada seminar dengan peserta berbeda.

Gelar Wicara menghadirkan narasumber Ketua Komisi IV DPRD Maluku Samson Atapary, Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku Titus Renwarin, dan Raja Hitu Lama Salhana Pelu. Selain itu, dari Badan Bahasa Nasional, Dr Dora Amalia hadir secara virtual. Kegiatan menyambut Bulan Bahasa 2021 ini akan berlangsung dari pagi sampai sore hari. (Malukupost.com)

Pos terkait