Pemkab Malra Targetkan Tahun 2023 Jaringan Telekomunikasi Merata

  • Whatsapp

Ambon, MalukuPost.com – Salah satu fokus perhatian pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra), yaitu penyelesaian persoalan telekomunikasi agar masyarakat di bumi Larvul Ngabal bisa menikmati jaringan komunikasi dengan baik. Hal ini dibuktikan dalam bersama antara Bupati dengan PT. Telkomsel, dipimpin Dharma Simorangkir (SVP Enterprise Account Management) di jakarta, Jumat 15 Oktober lalu.

Kepala Dinas Kominfo Maluku Tenggara, Antonius Walken Raharusun mengatakan dalam pertemuan dimaksud, Bupati Hanubun memaparkan kondisi ketersediaan maupun kebutuhan jaringan telekomunikasi berbasis 4G, khususnya wilayah pulau Kei besar yang telah ditetapkan sebagai pulau Terluar maupun beberapa titik di wilayah pulau kei Kecil, percepatan usulan pembangunan 34 base transceiver station (BTS).

“Kita mendapat apresiasi dukungan, untuk nantinya ditindaklanjuti dengan pembahasan internal. Kemudian dilanjutkan dengan survey terhadap 34 titik BTS yang diusulkan,”ujarnya dikonfirmasi dikonfirmasi via telepon, Rabu (20/10/2021).

Raharusun katakan, ke-34 titik BTS tersebut tersebar merata di seluruh wilayah Malra, yaitu Ngayub, Ohoiluk, Kecamatan Kei Kecil, Ohoinol/Marvun, Abean Kameat Kecamatan Kei Kecil Timur, Elaar Ngursion, Kecamatan Kei Timur Selatan, Tanimbar Kei, Ur Pulau, Warbal, Ohoidertutu.

“Untuk Elaar Ngursoin, Lamagorang akan dibangun tahun ini, RM-nya sudah keluar,”cetusnya.

Dijelaskan Raharusun, BTS selanjutnya di Kilwat, Kecamatan Kei Besar Selatan. Yamtel, Ohoilim, Ngefuit Bawah, Ohoinangan, Mataholat, Ler Ohoilim, Kecamatan Kei Besar. Kilwaer, Ohoifau, Ohoiwirin, Banda Efruan, Ohoiraut, Renfaan RK, Hoko, Haar Ohoiwait, Watlaar, Kecamatan Kei Besar Utara Timur. Kemudian, Waer, Mun Ohoiir, Mun Kahar, Mun Essoy, Dangarat, Uat Reyaan (Kantor Camat), Faa, Weer Ohoiker, Kecamatan Kei Besar Utara Barat, dan Ngan/Ohoilean, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat.

“Dari 34 titik yang diusulkan, 27 diantaranya telah diakomodir dalam program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hanya saja, dari 27 titik ada yang sesuai kebutuhan, namun ada juga yang tidak sesuai kebutuhan atau mubazir. Dalam artian desa berdekatan tetapi dibangun dua menara,” katanya.

“Kalau desa yang berdekatan kemudian dibangun dua menara kan tidak efektif. Sehingga diminta untuk di relokasi ke lokasi yang belum, Selain itu, telah diusulkan untuk penambahan bandwidth, karena yang tersedia saat ini sangat kecil untuk melayani Malra dan Tual. Alhasil beberapa titik signalnya rendah,” katanya lagi.

Raharusun menambahkan, terhadap semua upaya yang dilakukan jika berjalan dengan baik, maka ditargetkan tahun 2023 mendatang, persoalan telekomunikasi di Malra sudah bisa teratasi. Hal itu juga sejalan dengan program nasional untuk daerah non 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal).

“Jadi diharapkan dan berdoa semoga tahun 2023 sudah selesai, karena kalau 34 titik dibangun maka bisa memaksimalkan signal di seluruh kabupaten Malra, baik itu di pulau Kei Kecil, Kei Besar maupun di pulau-pulau, nanti kita tinggal optimalisasi menara yang sudah ada, artinya stel antena-nya supaya bisa memaksimalkan jaringan,”pungkasnya.

Sekedar diketahui, ada lima pembahasan Pemerintah Kabupaten Malra dengan Dharma Simorangkir (SVP Enterprise Account Management), yaitu usulan percepatan pembangunanmenara Telkomsel pada 34 titik guna mengentaskan krisis Blan Spot, usulan pengambilalihan ex menara telinfo tuntas pada Ohoi Watlaar guna dapat dimaksimalkan.

Usulan percepatan pembangunan 8 menara Telkomsel yang telah di survey tahun 2021, usulan peningkatan kapasitas Bandwith untuk wilayah Maluku Tenggara dan solusi alternatif jaringan di pulau kei besar, dan apresiasi dan penghargaan kepada PT. Telkomsel yang telah mendukung pengembangan jaringan Telekomunikasi berbasis 4G di Maluku Tenggara.

Pos terkait