Ambon, MalukuPost.com – Pelaksana harian (Plh) Sekda Maluku, Sadali Ie, mengatakan, menjelang hari besar keagamaan Nasional baik hari Natal maupun Tahun Baru (Nataru) dan Idul Fitri, biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok yang meningkat cukup signifikan sehingga berdampak kepada ketersediaan pasokan dan stabilitas harga
“Guna mengantisipasi kondisi stabilisasi harga dan ketersediaan bahan kebutuhan Pokok, ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni segera lakukan koordinasi lintas sektor kabupaten Kota secara cepat, terpadu, karena sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat di pasok dari luar daerah,” ujarnya di Ambon, Selasa (30/11/2021) saat membuka rapat koordinasi daerah dalam rangka stabilisasi harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang natal dan tahun baru oleh dinas perindag provinsi Maluku.
Menurut Sadali, Dinas Prindustruan dan Perdagangan (Disperindag) harus melakukan langkah-langkah kesiapan dalam menghadapi tingginya permintaan masyarakat jelang Natal 201 dan Tahun Baru 2022 di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak kepada kebutuhan masyarakat.
“Begitulah hukum suplai demand pasti berlaku ketika permintaan tinggi pasti harga naik,”tandasnya.
Sadali bahkan meminta Disperindag Provinsi dan Kabupaten Kota memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, kestabilan harga barang pokok masyarkat terjamin. Apalagi di beberapa daerah bisa terjadi surplus dan daerah lain juga terjadi minus.
“Dan pada hari ini kami harapkan, terutama kepada bapak ibu dari dinas kabupaten kota tolong menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi atau kendala yang dihadapi dalam pendistribusian barang kebutuhan pokok ke seluruh wilayah administratif kabupaten Kota,”ungkapnya.
Sadali menandaskan, menjelang Desember pasti terjadi perubahan cuaca yang biasa disebut pancaroba, dimana ada daerah-daerah tertentu yang tidak bisa didatangi karena harus lewat jalur laut yang ombaknya cukup tinggi.
“Jadi perlu antisipasi sejak awal, mumpung saat ini cuaca masih bagus. Di forum inilah kita tuntaskan dengan berbagai langkah-langkah strategis yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi semua permasalahan yang diprediksi kan bakal terjadi menjelang peringatan Natal dan tahun baru tersebut,”pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano, dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah Bahan Kebutuhan Pokok itu selain merupakan agenda tahunan tetapi juga sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi Nasional barang kebutuhan pokok, yang diselenggarakan oleh Kementrian Perdagangan di Bandung pada tgl 15 November 2021 yang dipimpin langsung Mentri Perdagangan.
“Melalui rapat ini, kita dapat mengetahui kesiapan masing-masing kabupaten kota dalam menghadapi tingginya permintaan masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok di daerah, yang tentu akan berdampak pada ketersediaan stok dan stabilisasi harga dan barang kebutuhan pokok di kabupaten kota,”bebernya.

